Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyinggung soal ide mobil curhat yang sempat disampaikan Ridwan Kamil (RK) saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2024. Ia menyatakan tak akan menggunakan gagasan itu di kepemimpinannya.
Hal ini disampaikan Pramono saat melakukan pidato perdana sebagai gubernur dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/2/2025). Awalnya, Pramono mengaku akan mengaktivasi ruang publik seperti taman selama mungkin.
"Kami akan melakukan aktivasi secara aktif ruang bersama contohnya adalah taman, banyak taman di Jakarta, 2.554 taman secara keseluruhan tetapi tidak ada yang buka saat malam hari," ujar Pramono.
Untuk mewujudkannya, maka perlu pengamanan ketat di berbagai taman agar masyarakat bisa dengan nyaman berkunjung pada malam hari. Selain itu, operasional taman hingga malam hari disebutnya juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang interaksi, termasuk saling curhat.
"Maka kita ingin ada taman-taman yang kita atur dengan baik, security, lighting, CCTV, UMKM-nya," ungkapnya.
Karena sudah ada tempat untuk curhat, maka warga Jakarta disebutnya tak memerlukan mobil curhat seperti yang digagas RK.
"Agar warga Jakarta tidak perlu lagi 'Mobil Curhat' tapi curhatnya di taman saja," jelas Pramono.
"Taman untuk ekspresi, taman untuk tempat sharing, untuk berbagi dan betul betul menjadi tempat warga Jakarta menyalurkan inspirasi, aspirasi dan sebagainya," tambahnya memungkasi.
Sertijab Gubernur Baru
Baca Juga: Muncul Versi Berbagai Bahasa, Seruan Demo Indonesia Gelap Kini Mendunia usai Diaspora Turun Tangan!
Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2025, Teguh Setyabudi resmi menyerahkan jabatan Gubernur Jakarta kepada Pramono Anung pada Kamis (20/2/2025). Penyerahan dilakukan dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta.
Prosesi sertijab ini dilakukan tak lama setelah Pramono bersama wakilnya Rano Karno dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pukul 10.00 WIB lalu.
Dalam sambutannya usai menyerahkan jabatan, Teguh menyatakan keyakinannya bahwa Pramono dan Rano akan mampu memimpin Jakarta selama lima tahun mendatang.
"Saya tahu rekam jejak beliau. Kita tidak meragukan lagi. Saya yakin kita semuanya setuju. Insyaallah beliau akan amanah dan sukses memimpin DKI Jakarta 2025-2030," ujar Teguh.
Selama hampir empat bulan memimpin Jakarta, Teguh mengungkapkan telah berupaya untuk memastikan kelancaran estafet kepemimpinan di ibu kota. Meski demikian, ia menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam menjalankan tugas.
"Berbagai upaya kami lakukan. Namun demikian, pasti tiada gading yang tak retak. Walaupun kami beserta jajaran sudah berupaya, namun demikian pastinya ada hal-hal yang mungkin kurang, ada kelemahan, atau mungkin juga khilaf dari kami, kami mohon maaf," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Muncul Versi Berbagai Bahasa, Seruan Demo Indonesia Gelap Kini Mendunia usai Diaspora Turun Tangan!
-
Girang Ahok dan Anies Sudah Rukun, Pramono Anung: Saya Gak Punya Beban
-
Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?
-
Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi
-
Sikapi Tren #Kabur Aja Dulu, Menaker Yassierli dan Wamenaker Noel Dinilai Beda Kelas: Berpendidikan vs Buzzer!
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor