Suara.com - Selama beberapa dekade, Amerika Serikat mendukung integrasi Eropa, melihat pembentukan UE pada tahun 1993 sebagai pencapaian bersejarah untuk mengakhiri konflik di benua yang dilanda dua perang dunia.
Sebaliknya, Trump memuji Inggris ketika negara itu meninggalkan pasar tunggal Eropa, dan telah bersumpah untuk menjalankan kebijakan "America First" dengan mengutamakan kepentingan pribadi di atas konsep kemitraan yang abstrak.
Trump mengatakan dalam rapat kabinetnya bahwa Uni Eropa telah "benar-benar memanfaatkan kita."
Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan dengan blok 27 negara sebesar $235,6 miliar tahun lalu, menurut angka resmi AS.
Ketika ditanya apakah ia telah membuat keputusan tentang tingkat tarif untuk Uni Eropa, Trump menambahkan: "Kami akan segera mengumumkannya dan tarifnya akan menjadi 25 persen, secara umum."
Ia mengatakan bahwa mobil akan menjadi salah satu produk yang akan terkena dampak, berita buruk bagi Jerman yang ekonominya yang didorong oleh ekspor sedang merosot.
Komisi Eropa memperingatkan akan menanggapi "dengan tegas dan segera" tarif baru.
Trump juga telah mengenakan tarif pada negara tetangga AS, Kanada dan Meksiko, serta saingannya, Tiongkok, dengan alasan masalah termasuk imigrasi ilegal dan penyelundupan fentanil.
Pertemuan Uni Eropa dibatalkan
Baca Juga: Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa
Trump, yang menjadikan deportasi imigran gelap sebagai prioritas utama, mengakui asal-usulnya di Eropa, dengan berkata sinis: "Saya kira saya berasal dari sana pada suatu waktu dahulu kala, bukan?"
Namun, apa pun warisan bersama tersebut, ketegangan telah meningkat tajam dengan Uni Eropa pada serangkaian masalah yang dimulai dengan Ukraina.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengunjungi Washington pada hari Rabu dan sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Pertemuan tersebut dibatalkan, dengan juru bicara Uni Eropa dengan alasan "masalah penjadwalan." Namun, Trump bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin dan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Kamis.
Pada hari Senin, Amerika Serikat berpihak pada Rusia dan menentang hampir semua sekutu Eropa di Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mendukung resolusi yang menyerukan diakhirinya perang dengan cepat tanpa memaksakan integritas teritorial Ukraina.
Trump bersikeras pada hari Rabu bahwa Eropa, bukan Amerika Serikat, yang harus memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, bahkan ketika Presiden Volodymyr Zelensky bersiap untuk terbang ke Washington untuk menandatangani perjanjian yang memberikan AS kendali atas sebagian besar kekayaan mineral negaranya.
Berita Terkait
-
Perang Dagang Memanas! Trump Umumkan Tarif Baru untuk Produk Eropa
-
Donald Trump Bagikan Video AI 'Gaza 2025' yang Penuh Kontroversi
-
Kebijakan Tarif AS Dorong Relokasi Industri Kendaraan Listrik China ke Indonesia
-
Pasar Mobil Listrik Melesat 37 Persen tapi Penjualan Tesla Malah Anjlok
-
"Anda Tidak Sendirian": Janji Dukungan Mengalir untuk Ukraina di Tengah Invasi Rusia dan Sikap Netral AS
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Tiket Kerap Ludes, TIM Umumkan Jadwal Pertunjukan dan Jam Buka Loket Planetarium Terbaru
-
Waspada! Hujan Petir dan Angin Kencang Mengancam Jakarta Siang Ini
-
Ada Penebangan Pohon, Ini Daftar Halte Transjakarta Koridor 8 yang Terdampak
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan