News / Metropolitan
Senin, 03 Maret 2025 | 07:08 WIB
Ilustrasi aliran air bersih di Jakarta. [Ist]

Suara.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno menargetkan cakupan layanan air bersih di Jakarta sudah 100 persen pada tahun 2030 mendatang.

Untuk mewujudkan hal ini, Pramono-Rano akan menjadikan berbai upaya yang berkaitan perluasan jaringan air perpipaan ke program cepat dituntaskan alias quick wins.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Transisi Pramono-Rano, Ima Mahdiah. Ima mengatakan, perluasan layanan air bersih merupakan prioritas bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera dituntaskan.

Apalagi, Jakarta sudah terancam penurunan muka tanah karena eksploitasi air tanah yang berlebihan.

"Quick Wins dalam arti Pak Pram bang Doel itu pengen seluruh warga Jakarta sampai dengan 2030 itu menikmati air tanpa ada kendala," ujar Ima kepada wartawan Senin (3/2/2025).

Dalam pengerjaan sampai ke 100 persen cakupan layanan di semua wilayah Jakarta, Ima mengakui Pemprov butuh usaha ekstra keras. Namun, ia menyebut Pramono-Rano ingin memastikan warga tidak mengalami kendala air selama ia menjabat sebagai gubernur Jakarta.

"Jadi ini menjadi proses memang bertahap, tapi ini yang menjadi tujuan beliau dalam janji kampanyenya, itu semua warga Jakarta sudah tidak ada kendala air lagi dalam 5 tahun ke depan," ujarnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta periode 2025-2029, Pramono Anung dan Rano Karno tampil mengenakan baju dinas di depan awak media menjelang pelantikan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (ANTARA/Luthfia Miranda Putr)

Lebih lanjut, Ima menyatakan dalam satu pekan ini pihaknya sedang gencar melakukan survei untuk menentukan lokasi-lokasi prioritas untuk segera menerima sambungan air bersih.

"Hasil-hasil semua survei, karena memang bukan hanya PAM, keseluruhan tim Transisi dalam minggu ini sedang survei ke lokasi-lokasi yang menjadi quick wins dari Mas Pram bang doel," tandasnya.

Baca Juga: Babak Baru Korupsi Impor Gula, Tom Lembong Bakal Disidang 6 Maret, Akankah Terbukti Bersalah?

"Jadi kita bukan hanya menerima dari teori yang ketika dirapat, kita langsung visit. Jadi ketika kita visit ada beberapa kekurangan ini yang harus kita segerakan," tambahnya memungkasi.

Load More