Suara.com - Tepat di tanggal 15 Maret sekitar seratus tahun lalu, peristiwa sejarah mengerikan terjadi di Turki. Adalah seorang pejabat yang merupakan satu diantara tiga serangkai pemimpin Turki bernama Talaat Pasha tewas dibunuh.
Bernama lengkap Mehmed Talaat Pasha, tokoh gerakan Turki Muda ini lahir di Edirne di Kekaisaran Ottoman. Ia merupakan putra seorang pejabat kecil yang awal kariernya bermula dari petugas pos.
Pergerakan politiknya yang ciamik turut mengantarkan keberhasilan atas revolusi Turki Muda. Ia kemudian didapuk sebagai wakil Edirne di Parlemen pada 1908.
Setahun kemudian ia diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri lalu menjadi Menteri Pos. Hingga kemudian terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Komite Persatuan dan Kemajuan pada 1912.
Mengkilapnya karier Talaat di bidang politik nyatanya memiliki sisi gelap. Ia dituding bertanggung jawab atas tindakan genosida pertama di abad ke-20 dimana menewaskan 600 ribu orang Armenia.
Dia kemudian melarikan diri ke Berlin ketika Sekutu bergerak menuju kemenangan dalam Perang Dunia Pertama.
Pengadilan militer di Konstantinopel yang diduduki pada tahun 1919 dan 1920 menghukumnya dan mantan pejabat tinggi lainnya mati secara in absentia karena peran mereka dalam kejahatan mengerikan yang dilakukan khususnya terhadap orang-orang Armenia dan subyek Kristen Ottoman lainnya.
Namun, hukuman-hukuman itu tidak dapat dilakukan oleh lembaga pengadilan tersebut, dan dengan segera, gerakan revolusioner yang dipimpin oleh Mustafa Kemal mengambil alih proses. Kekuatan Barat kemudian mencapai kesepakatan mereka sendiri dengan pemerintah Turki yang baru, yang kemudian berbasis di Ankara.
Namun, orang-orang Armenia tidak membiarkan vonis-vonis itu jatuh di pinggir jalan. Apa yang disebut sebagai “Operasi Nemesis ” mengawasi pengejaran dan pembunuhan sejumlah pejabat senior yang berperan dalam melaksanakan Genosida Armenia.
Baca Juga: Hamas Murka Israel Putus Listrik Gaza, Sebut Tindakan Genosida!
Diantara pembunuhan yang paling sensasional di kala itu yakni ketika Talaat Pasha tewas ditembak saat siang hari bolong di Berlin, pada 15 Maret 1921.
Soghomon Tehlirian adalah orang yang menarik pelatuknya. Seperti banyak rekan senegaranya, dia menyimpan bara dendam setelah menyaksikan kengerian tahun 1915 dimana menyaksikan keluarganya dibantai di depan matanya.
Tehlirin yang lolos dari kengerian tersebut, kemudian bergabung dengan jajaran Federasi Revolusi Armenia. Tehlirian memperoleh pengalaman pertempuran dan pelatihan sebelum terlibat dalam plot pembunuhan rahasia.
Sebelum pembunuhan terjadi, Tehlirin telah lama mengintai Talaat Pasha. Ia diketahui berada di Jerman berada satu penginapan dengan Talaat di kawasan Berlin. Hingga kemudian peristiwa berdarah itu terjadi.
Tehlirin sempat ditangkap dan diadili. Tapi belakangan, Soghomon Tehlirin dibebaskan dari tindak kejahatannya. Setelah bebas, Tehlirian kemudian tinggal di Serbia, sebelum akhirnya pindah ke California, di mana ia meninggal pada tahun 1960.
Dia dimakamkan di Fresno, di Pemakaman Ararat, di bawah obelisk yang ditutup oleh elang dengan sayap terentang menyerang ular. Sisa-sisa Talaat Pasha dipindahkan dari Nazi Jerman ke Istanbul pada tahun 1943, dimakamkan dengan penghormatan penuh di sebuah monumen nasional yang masih berdiri.
Berita Terkait
-
Sejarah Times New Roman: Font 'Kuno' yang Bikin Isu Ijazah Jokowi Mencuat Kembali
-
Sejarah PFN: Kisah Panjang Rumah Produksi Film Negara yang Sempat Menjadi Alat Propaganda Jepang
-
Pakar LIPI Sebut Pergantian Jokowi ke Prabowo Terburuk dalam Sejarah Reformasi, Ini Alasannya
-
Sejarah Idul Fitri Zaman Nabi Muhammad SAW dan Maknanya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis