Suara.com - Sertifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur dianggap mampu meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap media, dengan menguji sejauh mana media mematuhi kode etik serta aturan standar dalam bisnis dan produksi jurnalistik.
Demi menjaga reputasinya sebagai media yang kredibel, Suara.com mengikuti proses sertifikasi Journalism Trust Initiative (JTI).
Per hari Jumat 21 Maret 2025, Suara.com juga resmi mendapatkan sertifikasi JTI tersebut.
Program sertifikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Reporters Without Borders (RSF).
Direktur RSF untuk kawasan Asia Pasifik, Cedric Alviani, menyebutkan bahwa sejak peluncurannya secara global pada tahun 2023, lebih dari 1.500 media di 85 negara telah berpartisipasi dalam proses JTI ini.
Media yang telah mendapatkan sertifikasi JTI akan menerima kode digital khusus yang bisa dikenali oleh platform digital lainnya.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan dari mitra seperti perusahaan, lembaga donor, maupun pemerintah, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas.
Selain itu, identifikasi yang lebih mudah terhadap media yang berintegritas dan patuh terhadap standar internasional juga membantu publik menghindari informasi menyesatkan serta media palsu yang kerap menyamar sebagai media profesional.
Untuk memperoleh sertifikasi JTI, media perlu mendaftar di situs www.jti-app.com dan mengisi kuesioner tentang identitas perusahaan serta proses produksi kontennya.
Baca Juga: Suara.com dan UMN Jalin Kerja Sama untuk Perkuat Jurnalisme Berkelanjutan
Data ini akan dirangkum dalam laporan transparansi yang nantinya diaudit oleh lembaga independen.
Menurut RSF, di kawasan Asia Pasifik, audit ini akan dilakukan oleh Deloitte, dan prosesnya mengikuti standar ISO sebagaimana diterapkan di banyak industri lain.
Liangwei Huang, perwakilan RSF untuk Asia Pasifik, menegaskan bahwa biaya sertifikasi ini sepenuhnya ditanggung oleh RSF, sehingga media tidak perlu membayar apa pun saat pertama kali mengikuti proses ini.
Sertifikasi JTI berlaku selama dua tahun dan harus diperbarui secara berkala. Jika tidak ada perubahan besar dalam operasional media, biaya untuk audit pembaruan akan lebih rendah.
Untuk melihat laporan transparansi dari Suara.com, publik dapat mengakses tautan ini.
Berita Terkait
-
Suara.com dan UMN Jalin Kerja Sama untuk Perkuat Jurnalisme Berkelanjutan
-
Pesan Menyentuh Mayjen TNI Purn Komarudin Simanjuntak di HUT ke-11 Suara.com: Teruslah Menginspirasi
-
Lakukan Penanaman Pohon, Suara.com Luncurkan Suara Hijau dan Green Media Network
-
Suara.com Berusia 11 Tahun: Hadirkan #11NOVASI untuk Indonesia yang Lebih Berkelanjutan
-
Peringati 11 Tahun, Suara.com Hadirkan Inovasi Suara Hijau dan Kebersamaan dengan Santri
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak