Suara.com - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais baru-baru ini menegaskan kembali bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan Soekarno jilid 2.
Sebelumnya, Amien Rais sempat menyebut hal itu pada Juni 2014 silam, saat dirinya masih menjadi anggota tim penasihat pemenangan Prabowo.
Bagi Amien, Prabowo Subianto disebut dapat membebaskan diri dari jerat asing.
Amien Yakin, Prabowo mampu mengembalikan sistem ekonomi ke Pasal 33 UUD 1945.
Hal itu ia ungkapkan di sela-sela deklarasi Relawan Prabowo-Hatta, Surya Madani Indonesia di Denpasar, 26 Juni 2014 silam.
Rupanya 10 tahun berjalan tak membuat Amien goyah dan tetap yakin dengan pemikirannya tersebut.
Baru-baru ini Ia kembali menegaskan, bahwa Prabowo dianggap mampu menghentikan liberisasi ekonomi.
Dengan penghentian tersebut, Prabowo dianggap mampu membangun ekonomi yang benar-benar mengindahkan Pasal 33 UUD 1945.
“Saya menyebut Prabowo adalah Soekarno Jilid 2, Prabowo akan menghentikan liberisasi ekonomi dan membangun ekonomi yang benar-benar mengindahkan Pasal 33 UUD 1945,” Ucap Amien, dikutip dari youtubenya, Kamis (27/3/25).
Baca Juga: Usai Lebaran, Prabowo Cari Guru Sekolah Rakyat! Begini Mekanismenya
Tujuan penting menurut Amien yang harus terus dipegang teguh Prabowo sebagai presiden adalah kewajiban mensejahterakan rakyatnya.
“Sekarang ini Pak Prabowo itu punya kewajiban mensejahterakan rakyat, apalagi telah menjadi panglima tertinggi sebagai presiden,” ungkapnya.
“Karena memegang kekuasaan tertinggi itulah tidak ada hambatan untuk Prabowo membuat evaluasi objektif,” tambahnya.
Amien Rais mengakui bahwa dirinya adalah salah satu anak bangsa yang mendukung penuh Prabowo agar berhasil.
Meskipun didepan mata banyak sekali rintangan yang menghalangi bahkan menghentikan, namun Amien percaya Prabowo bisa melalui semuanya.
“Saya adalah anak bangsa yang mendukung Pak Prabowo agar berhasil,” ujarnya.
“Memang ini ada masalah yang sulit, jangan sampai Pak Jokowi itu masih melilit dan mendekat. Sudah lepaskan saja, tidak usah sering-sering bertemu, jangan kirim utusan ke Jokowi. Sudah selesailah ya Mas Prabowo,” sambungnya.
Amien merasa bahwa sudah seharusnya Indonesia memiliki Soekarno jilid 2, seperti sosok Prabowo yang diakuinya kini.
Menurut Amien, jika Soekarno masih diberi kesempatan untuk hidup, maka dia akan marah besar melihat kondisi bangsa saat ini.
Pasalnya, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah justru dengan mudahnya jatuh ke tangan-tangan orang asing.
Prabowo yang diyakini sebagai anak ideologis Soekarno ini dianggap mampu mengatasi semua kejadian tersebut.
Mengembalikan martabat bangsa hingga melindungi sumber daya alam.
Dikritik Hasto Kristiyanto
Sementara itu soal Julukan Prabowo adalah Soekarno jilid 2 sempat mengundang kritik dari Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, Prabowo tidak pantas disebut sebagai Soekarno jilid 2, lantaran orangtua Bung Karno dikenal sebagai figure patriotic.
Sementara orangtua Prabowo, Soemitro adalah orang yang menggelorakan PRRI Permesta dan menjadi bagian dari kolaborator asing untuk melengserkan Bung Karno.
Selain itu, Soekarno lebih banyak dididik oleh para guru bangsa.
Sementara Prabowo lebih banyak di luar negeri, sehingga disebut tidak memahami budaya Indonesia.
Keluarga Soekarno yang bukan pengusaha disebut lebih memahami politik ekonomi, yang berdikari.
Sementara keluarga Prabowo memang dikenal sebagai pebisnis.
Soekarno juga diketahui lebih memilih mengorbankan diri, diasingkan dan dijauhkan dari rakyatnya daripada bangsanya terpecah.
Sementara Prabowo justru memilih ke luar negeri saat harusnya mempertanggung jawabkan tindakannya di tahun 1998.
Sebagaimana diketahui, dulu Prabowo Subianto pernah pergi ke Yordania pada tahun 1998 di saat ramainya kasus kerusuhan Mei 1998.
"Pada pertengahan tahun 1998, saya dituduh macam-macam. Karenanya, saya memilih untuk mengasingkan diri ke Yordania," cuit Prabowo di X pada 26 Februari 2014.
Kala itu hati Prabowo sedang bergejolak karena banyak tuduhan diarahkan kepadanya terkait situasi politik dan keamanan di Indonesia.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Bukan Incar Kursi Cawapres, Bahlil Putuskan Maju Caleg 2029 dari Tanah Papua
-
Angin Kencang Tumbangkan Pohon di TB Simatupang, Satu Mobil Ringsek Tertimpa
-
Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia
-
Prabowo Panggil Mendikti ke Istana, Bahas Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro
-
Terungkap! Bukan Air Keras, Ini Jenis Cairan yang Disiramkan ke Pelajar di Cempaka Putih
-
Jaksa Agung Ungkap Banyak Apartemen di Jakpus Ditempati Jaksa Diam-diam
-
Tiffany & Co Plaza Senayan Disegel! Kilau Perhiasan Kini Tertutup Kertas
-
Whoosh Sesuaikan Jadwal 22 Hari Mulai 19 Februari, Listrik Malam Dimatikan
-
8 Fakta Usai Jokowi Jalani Pemeriksaan di Mapolresta Solo Terkait Kasus Ijazah Palsu
-
Buntut Saling Sindir Purbaya-Trenggono, Analis Ingatkan Persepsi Publik Kabinet Tak Kompak