Suara.com - Beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto susun rancangan undang-undang (RUU) untuk memenjarakan pejabat yang menghina rakyat.
Kabar itu beredar di media sosial (Medsos) Instagram. Akun yang menyebar bernama "warga_merdeka".
Akun Instagram "warga_merdeka" pada Sabtu (22/03/20250 lalu membagikan kabar tersebut dalam bentuk video.
Terdapat narasi diberikan akun itu. Berikut narasinya:
“PRABOWO AKAN MENYUSUN UU PEJABAT YANG HINA RAKYAT”
Hingga Minggu (30/03/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 11 pengguna dan menuai 2 komentar.
Pemeriksaan Fakta
Melansir dari Turnbackhoax.id yang juga menyadur dari artikel Cek Fakta tempo.co, hasil verifikasi menunjukkan, klaim dalam konten tersebut keliru.
Tidak ada RUU yang diajukan oleh pemerintah untuk dapat memenjarakan pejabat yang menghina rakyatnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Petugas Temukan Tumpukan Uang Terkait Kasus Korupsi Pertamina
Berdasarkan pemeriksaan pada 176 RUU dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR tahun 2024-2029 di laman resmi DPR, tidak ditemukan RUU untuk menjerat pejabat yang menghina rakyat.
Demikian juga dalam Prolegnas Prioritas tahun 2025 di laman Hukumonline.com.
Suara Najwa Shihab yang digunakan dalam video itu tidak berkaitan dengan RUU pemidanaan pejabat yang menghina rakyat.
Suara tersebut diambil dari video di akun YouTube Najwa Shihab yang diunggah 28 Juni 2022. Lewat video itu, Justru Najwa mengkritik pasal penghinaan pejabat dalam KUHP yang menjadi sumber perdebatan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan belum mengetahui perihal RUU itu.
“Saya belum tahu pemerintah menyusun undang-undang apa, karena kan saya ini bukan di eksekutif, di legislatif. Bahwa kemudian nanti kalau pemerintah mengirimkan usulan ke DPR, mungkin saya baru tahu,” kata pria yang juga menjabat Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu, melalui WhatsApp, Selasa (25/03/2025).
Bisa disimpulkan bahwa, unggahan berisi klaim “Prabowo susun RUU untuk memenjarakan pejabat yang menghina rakyat” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Profil Prabowo Subianto: Perjalanan Karier dan Kiprah Politik
Prabowo memiliki nama lengkap Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Ia lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951.
Prabowo Subianto lahir dalam keluarga akademisi dan ekonom. Ia merupakan putra dari ekonom terkemuka Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, dan Dora Marie Sigar.
Prabowo juga merupakan keponakan dari tokoh militer Indonesia, Sudirman Djojohadikusumo.
Keluarganya memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan politik, yang turut membentuk perjalanan hidupnya.
Prabowo menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 1974.
Ia kemudian bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan menorehkan berbagai prestasi dalam operasi militer, termasuk saat bertugas dalam konflik Timor Timur.
Kariernya di dunia militer mencapai puncaknya saat ia menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 1995-1998 dan Panglima Kostrad pada 1998.
Namun, karier militernya berakhir setelah reformasi 1998 yang menyebabkan perubahan besar dalam politik dan militer Indonesia.
Setelah pensiun dari militer, Prabowo mulai terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Golkar dan sempat mencalonkan diri dalam konvensi calon presiden partai tersebut pada 2004, meskipun tidak terpilih.
Pada 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan mulai membangun basis dukungan politiknya.
Prabowo pertama kali mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2009 mendampingi Megawati Soekarnoputri, namun kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Ia kemudian maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 dan 2019, namun dikalahkan oleh Joko Widodo dalam dua kesempatan tersebut.
Pada Pemilu 2024, Prabowo mencalonkan diri kembali sebagai presiden dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presidennya.
Dengan mengusung visi keberlanjutan dan percepatan pembangunan nasional, ia akhirnya memenangkan Pilpres dan resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024.
Sebagai presiden, Prabowo dikenal dengan pendekatan nasionalis dan tegas dalam kebijakan pertahanan serta ekonomi.
Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan, modernisasi militer, dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.
Prabowo Subianto adalah sosok dengan perjalanan karier yang panjang dan penuh dinamika, dari militer hingga menjadi pemimpin negara.
Kiprah dan kebijakan yang diusungnya akan terus menjadi perhatian dalam lima tahun kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital