Pada hari Minggu, militer mengerahkan 600 personel dan 49 helikopter untuk membantu mengatasi api yang tersisa, serta memberikan bantuan medis dan lainnya.
Sementara itu, polisi mengumumkan bahwa mereka telah menangkap seorang pria yang diduga memicu kebakaran besar di Provinsi Gyeongsang Utara.
Pria berusia 56 tahun tersebut dituduh memicu kebakaran sekitar pukul 11.25 pada 22 Maret saat melakukan ritual penghormatan leluhur di makam keluarganya di sebuah bukit di Kabupaten Uiseong, Provinsi Gyeongsang Utara.
Kobaran api itu dengan cepat menyebar ke Andong, Cheongsong, Yeongyang, dan Yeongdeok selama beberapa hari disebabkan oleh angin kencang dan kondisi kering.
Kebakaran juga merusak sekitar 4.000 bangunan, termasuk Kuil Goun—salah satu situs Warisan Dunia UNESCO—serta rumah, pabrik, dan fasilitas lainnya.
Tersangka membantah semua tuduhan, menurut polisi.
Dinas Kehutanan Korea sebelumnya menginformasikan bahwa kebakaran di Provinsi Gyeongsang Utara telah sepenuhnya dikendalikan pada Jumat pukul 17.00 sebelum api kembali muncul pada malam Sabtu.
Sekitar 48.000 hektare hutan, yang setara dengan 80 persen luas Seoul, telah terbakar dalam bencana kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Korea Selatan, menurut lembaga kehutanan.
Kebakaran yang dimulai di Kabupaten Sancheong dan menyebar ke Taman Nasional Gunung Jiri sebagian besar telah terkendali pada hari Minggu, meskipun pihak berwenang masih berupaya memadamkan sisa api sepanjang 200 meter di tepian taman.
Baca Juga: PM Korsel Lolos dari Pemecatan, Drama Politik Berlanjut usai Pemakzulan Presiden Yoon
Otoritas telah mengerahkan 50 helikopter, 1.473 personel, dan 213 kendaraan sejak fajar untuk memadamkan kebakaran, yang telah berhasil ditangani hingga 99 persen pada pukul 08.00 waktu setempat.
Polisi berencana untuk segera melakukan penyelidikan bersama dalam minggu depan dengan melibatkan Institut Ilmu Kehutanan Nasional, Layanan Forensik Nasional, dan otoritas pemadam kebakaran.
Berita Terkait
-
Kobaran Maut di Korea Selatan: 24 Nyawa Melayang, Angin Kencang Perparah Kebakaran
-
Tragedi di Uiseong: Kebakaran Hutan Hanguskan 43.330 Hektar, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi
-
Bantu Korban Kebakaran Hutan di Yeongnam, Haechan NCT Donasi Rp566 Juta
-
PM Korsel Lolos dari Pemecatan, Drama Politik Berlanjut usai Pemakzulan Presiden Yoon
-
Kepercayaan Publik Cetak Rekor Tertinggi, Pramono Kagum Kinerja Petugas Damkar di Jakarta
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026