Suara.com - Sejumlah warga terlihat mengantre sembako yang dibagikan dari sebuah truk berwarna kuning, di kawasan Jakarta Barat. Dalam pembagian itu, warna diminta menandatangani spanduk yang bertuliskan ‘Kami warga Jakarta Barat mendukung UU TNI’.
Video ini viral usai diunggah di akun sosial media. Salah satu akun Instagram yang membagikan video ini yakni @utoh_***.
Dalam video yang diunggahnya terlihat antrean warga mengular di belakang truk yang mengangkut paket sembako yang dikemas dalam plastik merah.
Warga yang sudah di pososi depan antrean kemudian diberikan spidol, dan menandatangani spanduk yang berisi soal setujunya warga terhadap UU TNI. Seolah-olah warga membuat petisi persetujuan.
Setelah menandatangani spaduk dengan dasar warna putih ini, warga mendapat satu paket sembako meski tidak diketahui isinya.
“Begitu mudah dibodohi kalau masalah makan,” tulis akun @utoh_***.
Sementara itu, warganet ikut berkomentar soal kejadian ini. Mereka geram melihat warga yang belum tentu mengerti akar persoalan dan bahaya laten dwifungsi militer justru malah diminta menandatangani petisi seolah setuju dengan UU TNI yang baru saja disahkan.
“Giliran yang demo dibilang mahasewa, lah ini? Lagian b*gok banget cuma dikasi sembako segitu doang,” tulis akun @hus****.
Sementara itu, warganet justru berempati kepada masyarakat yang mungkin tidak mengetahui sesuatu yang mendalam, harus dibodohi. Ia menilai sebagian masyarakat terpaksa mau menandatangani spanduk tersebut agar mendapat sembako akibat kemiskinan, bukan kebodohan.
Baca Juga: Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
“Beberapa mungkin terpaksa karena kemiskinan buka kebodohan. Yang jahat pemerintah, sudah gak bisa meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Eh malah memanfaatkan kemiskinan masyarakatnya untuk kepentingan politik RUU TNI ini. Itu sejahat-jahatnya pemimpin,” beber akun @faj***.
Ada juga warganet yang berkomentar, jika Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti tidak akan pernah tercapai lantaran mental masyarakat yang seperti ini. Secara tidak langsung, saat ini mental masyarakat Indonesia sedang dijajah oleh pemerintah sendiri.
“Sumpah, Indonesia gak akan pernah maju bro, mau sampe 2045 yang katanya Indonesia emas itu cuma hayalan aja, emang negaranya bisa maju, tapi dijajah sama londo ireng dan 9 naga,” tandasnya.
Aksi Tolak UU TNI Disorort media internasional
Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang baru saja disahkan telah memicu protes besar-besaran di Indonesia dan menarik perhatian media internasional. Berikut adalah daftar media internasional yang wartakan aksi batalkan UU TNI dan tolak RUU Polri.
Pengesahan revisi Undang-Undang (UU) TNI pada 20 Maret 2025 oleh DPR RI memicu gelombang kritik dan kekhawatiran dari berbagai elemen masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi TNI, yang pernah menjadi ciri khas pemerintahan Orde Baru.
Berita Terkait
-
Blokade Total Gaza: Ibu-Ibu Terpaksa Masak dengan Kardus Demi Hidangkan Kue Idul Fitri
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?
-
Represi Aparat dan Hilangnya Ruang Demokrasi: Akankah Sejarah Berulang?
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya
-
Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa