25-28 Maret 2018: Melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin, Kim mengunjungi China, yang menjadi sekutu politik dan penyumbang ekonomi terpenting Korea Utara. Dia melakukan lawatan ke Beijing dengan menggunakan kereta khusus dan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping.
Kereta bercat hijau khas itu diyakini memuat lebih dari 20 gerbong lapis baja yang dilengkapi dengan sistem komunikasi dan kabin khusus untuk Kim dengan interior putih cerah tempat dia terlihat bekerja dan mengadakan pertemuan dengan para pembantunya.
27 April 2018: Kim melintasi perbatasan dua Korea di desa gencatan senjata Panmunjom untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Ini kali pertama pemimpin Korea Utara menginjakkan kaki di bumi Korea Selatan, pertemuan puncak pertama Kim dengan seorang pemimpin Korea Selatan, dan pertemuan ketiga yang pernah dilakukan seorang pemimpin Korea Utara.
Kedua negara berjanji meningkatkan hubungan, mengakhiri konfrontasi militer dan menghadirkan perdamaian serta kesejahteraan bersama.
7-8 Mei 2018: Kim menerbangkan sendiri jet pribadinya Ilyushin ke kota Dalian di timur laut Cihna untuk bertemu dengan Xi.
Keduanya membahas pendalaman hubungan antara dua negara yang sejak lama bersekutu itu. Kunjungan ini digelar di tengah rencana pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
10-12 Juni 2018: Kim menaiki sebuah Boeing 747 buatan Amerika yang dioperasikan Air China dalam penerbangan langsung dari Pyongyang ke Singapura demi pertemuan puncak pertama antara seorang pemimpin Korea Utara dengan seorang presiden Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama mengenai pembukaan hubungan antara kedua negara, pemberian jaminan keamanan bagi Korea Utara, dan janji Korea Utara mengakhiri program nuklirnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Pagar Laut dari Bambu Diganti Beton
19-20 Juni 2018: Kim mengunjungi China dengan jet Ilyushin dan membahas denuklirisasi Korea Utara dengan Xi di Beijing. Ditemani para pembantu ekonomi seniornya, Kim mengunjungi fasilitas-fasilitas industri dan sebuah pusat penelitian pertanian China.
7-10 Januari 2019: Kim mengunjungi China untuk keempat kalinya dengan menggunakan kereta api sampai Beijing di tengah ekspektasi pertemuan puncak keduanya dengan Trump.
26-28 Februari 2019: Kim mengunjungi ibu kota Vietnam, Hanoi, untuk pertemuan puncak kedua dengan Trump. Dia naik kereta api dari Pyongyang melalui China selama tiga hari perjalanan ke Vietnam.
Setelah melewatkan pertemuan dua hari, perundingan antara Kim dan Trump gagal karena keduanya tidak sepakat mengenai pencabutan sanksi yang dijatuhkan terhadap Korea Utara dan cara menghentikan program nuklir negara ini.
24 April 2019: Kim mengunjungi Vladivostok untuk menggelar pertemuan puncak pertamanya dengan Putin. Kim naik kereta selama hampir sehari penuh perjalanan dengan melintasi perbatasan Sungai Tumen menuju wilayah Rusia.
30 Juni 2019: Kim melintasi perbatasan antar-Korea untuk berbicara dengan Trump.
September 2023: Kim diperkirakan mengunjungi Vladivostok yang kembali dengan menggunakan kereta api, untuk mengadakan pertemuan puncak bersama Putin. Ini akan menjadi perjalanan pertama Kim ke luar negeri dalam kurun lebih dari empat tahun. (Antara)
Berita Terkait
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?
-
[CEK FAKTA] Hoaks! Anies Baswedan Serukan Gulingkan Presiden Prabowo di Artikel Suara.com
-
Cek Fakta: Benarkah Icha Chellow Meninggal karena Dicekoki Miras?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara