Sebagian besar tetap berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang dalam jangka panjang bisa menjadi bom waktu jika tak ada inovasi serius dalam pemilahan dan daur ulang.
Cianjur: Sampah Belum Terpilah, Armada Terbatas
Di Kabupaten Cianjur, cerita serupa terjadi. Volume sampah naik hingga 120 ton per hari selama libur Lebaran.
Mayoritas sampah merupakan sisa dapur organik, namun sayangnya tidak dipilah.
Mirisnya, dari 18 armada pengangkut, hanya 14 unit yang bisa beroperasi. Empat lainnya rusak.
Upaya sosialisasi pemilahan sampah memang digencarkan, namun kendala klasik kembali muncul.
Perilaku warga yang membuang sampah tidak sesuai waktu, dan infrastruktur yang belum memadai.
Bali: Teba Modern, Simbol Harapan Baru
Sementara itu, Bali mencoba pendekatan berbeda. Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 menekankan pentingnya pengolahan sampah berbasis sumber.
Baca Juga: 52 Kasus Serangan Buaya, 9 Nyawa Melayang: Apa yang Terjadi di Kotawaringin Timur?
Artinya, setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.
Salah satu langkah konkret adalah membangun teba modern, yaitu lubang penampung sampah organik khas Bali yang kini diadaptasi menjadi sistem kompos mini.
Seluruh kantor dinas dan sekolah diminta memilikinya. Biaya pembuatannya relatif murah, hanya sekitar Rp3 juta untuk dua unit.
Ini bukan soal anggaran, melainkan komitmen dan konsistensi.
Namun, seperti diingatkan Sekda Bali Dewa Indra, jangan sampai teba modern hanya jadi pajangan.
Tanpa literasi kepada pegawai dan kesadaran kolektif, solusi fisik seperti ini bisa berubah jadi solusi palsu.
Temanggung: Sampah Tetap Meningkat Meski Sudah Diantisipasi
Di Temanggung, kenaikan volume sampah mencapai 60 ton per hari selama libur Lebaran.
Padahal sosialisasi sudah dilakukan—masyarakat diminta membawa kantong daur ulang, mengurangi plastik, dan membatasi sampah.
Namun hasilnya belum signifikan. Dari 120 ton naik jadi 180 ton per hari. Ada peningkatan kesadaran, tapi belum cukup masif untuk membendung gelombang konsumsi tahunan yang meledak saat Lebaran.
Mataram: Liburan dan Sampah, Dua Hal yang Selalu Beriringan
Kota Mataram menghadapi tantangan khas daerah wisata. Pada puncak perayaan Lebaran Ketupat 2025, volume sampah melonjak hingga 39 ton dalam sehari.
Hanya dari kawasan wisata seperti pantai. Ini tiga kali lipat dari volume sampah saat pawai Ogoh-Ogoh sebelumnya.
Faktor utamanya? Aktivitas makan bersama, konsumsi massal, dan pedagang dadakan.
Untungnya, kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata) cukup efektif.
Pokdarwis mengumpulkan sampah, DLH tinggal angkut. Model kolaboratif semacam ini patut dicontoh.
Mencari Jalan Tengah: Solusi Renyah, Bukan Rumit
Dari berbagai daerah, pola persoalannya hampir serupa. Sampah naik signifikan saat hari besar.
Pengelolaan belum optimal, dan kesadaran masyarakat masih rendah.
Namun dari sini pula kita belajar bahwa solusi bisa hadir dari berbagai pendekatan.
Seperti penggunaan teknologi, infrastruktur sederhana, kolaborasi komunitas, dan pemilahan dari sumber.
Mengelola Lebaran, Mengelola Sampah
Lebaran bukan hanya momen kemenangan spiritual, tapi juga uji coba besar bagi sistem pengelolaan sampah kita.
Apakah kita bisa menangani lonjakan volume? Apakah sistem kita cukup fleksibel untuk menyesuaikan saat darurat konsumsi terjadi?
Dari Jakarta sampai Mataram, dari teba modern hingga tumpukan TPA, satu hal jadi jelas. Pengelolaan sampah adalah urusan semua orang.
Jika Lebaran bisa jadi ajang mempererat silaturahmi, semestinya bisa juga jadi ajang memperkuat komitmen kita pada lingkungan.
Karena pada akhirnya, sampah bukan soal kotoran. Ia adalah cermin dari gaya hidup dan tanggung jawab bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pasokan Minyak Dunia Terguncang Parah Akibat Serangan AS ke Dekat Selat Hormuz
-
Panas! Babak Baru Perselisihan Donald Trump vs Benjamin Netanyahu
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Terjerat Judi Online, Anak-Anak Disebut Sampai Mencuri dan Berutang Pinjol
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Perang Meluas! Iran Bombardir Bahrain, Kuwait, dan Yordania, Sasar Pangkalan AS
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah