Cak Imin menegaskan bahwa acara halal bihalal ini bukan hanya momen untuk saling memaafkan setelah Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, tetapi juga sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di lingkaran pemerintahan.
Lebih dari itu, ia menilai forum ini dapat menjadi bagian dari konsolidasi internal untuk memperkuat pola kerja para menteri di bawah kendali Presiden Prabowo.
"Saya kira kabinet akan terus didorong oleh satu konsolidasi kerja sama, antisipasi dan sinergi untuk mengatasi semua persoalan yang cepat," ucapnya.
Namun, Cak Imin menepis anggapan bahwa dalam acara tersebut dibahas persoalan strategis pemerintahan. Ia menyebut suasananya santai dan lebih bersifat kekeluargaan.
"Lebih banyak soal umum-umum saja sih," katanya.
Dari daftar tamu undangan yang hadir, tercatat nama-nama besar seperti Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin, Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Turut hadir pula Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Ahmad Dofiri, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, hingga anggota DPR RI sekaligus musisi Ahmad Dhani.
Indonesia Tidak Baik-baik Saja
Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI, Ma'ruf Amin menyampaikan wejangan kepada sejumlah menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa saat ini situasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Menteri Rapatkan Barisan? Bahlil: Nggak Ada Apa-apa, Biasa Aja
Wejangan tersebut disampaikan saat Ma'ruf menghadiri acara halal bihalal di rumah Menko PM Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Minggu (20/4/2025) malam.
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah pejabat dari lembaga eksekutif maupun legislatif.
"Saya kira-kita semua tahu bahwa situasi sekarang itu kan tidak baik-baik saja," ujar Ma'ruf.
Maruf tak merinci situasi tidak baik-baik saja yang dimaksudnya. Namun, untuk bisa keluar dari kondisi ini, ia menilai para menteri di kabinet pemerintahan perlu bekerja lebih keras.
Kebijakan yang diambil juga harus berdasarka skala prioritas untuk menjawab persoalan bangsa.
"Karena itu harus bekerja keras, harus bersatu, harus mengambil langkah-langkah yang terbaik. Lebih mengutamakan mana yang prioritaskan terdahulu. Saya kira gitu," katanya.
Sebelumnya, Ma'ruf juga merespons polemik menteri-menteri di Kabinet Merah Putih yang mengunjungi Presiden Ketujuh Jokowi di Solo, Jawa Tengah dalam rangka silaturahmi lebaran.
Ia menganggap hal itu wajar karena banyak tokoh penting yang mengunjungi kediaman para mantan petinggi negara tiap momen lebaran Idulfitri.
"Itu bagian harus diartikan sebagai bagian silaturahmi saja (dengan) presiden, bekas presiden, dengan bekas wakil presiden, dengan yang lain-lain" ujar Maruf.
Menurut pandangannnya, seharusnya pertemuan di rumah Jokowi itu disikapi dengan pandangan positif.
"Kalau hatinya bersih, semua tidak ada ancaman. Hatinya dibersihkan dulu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!