Seperti pada Pemilihan Presiden 2024, Cak Lontong mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 3 yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Namun keputusan Cak Lontong mendukung salah satu paslon membuatnya sempat di-blacklist oleh sejumlah acara.
Meski begitu, Cak Lontong tak kapok. Pada Pemilihan Kepala Daerah 2024, Cak Lontong menjadi Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno.
Kali ini paslon yang didukung Cak Lontong itu telah terpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Resmi Diumumkan
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) resmi mengumumkan perubahan besar dalam jajaran Dewan Komisaris mereka. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini, sosok-sosok baru diperkenalkan untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis perusahaan ke depan.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pengangkatan pelawak sekaligus presenter ternama, Lies Hartono atau yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong, serta mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sebagai komisaris.
Tak hanya itu, RUPST juga menunjuk mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
"RUPS menyetujui pergantian anggota Dewan Komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis ke depan," ujar Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Cak Lontong Kehilangan Banyak Job Buntut Dukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Saat Pilpres
Menurut Daniel, susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi ini mulai berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS tersebut. Dalam jajaran Dewan Komisaris, Irfan Setiaputra kini menduduki posisi Komisaris Utama dan Komisaris Independen, sementara Cak Lontong dan Sutiyoso menjabat sebagai Komisaris.
Berita Terkait
-
Dulu Makan Saja Susah, Kini Cak Lontong Jadi Komisaris Ancol dengan Gaji Fantastis
-
Pendidikan dan Karier Cak Lontong yang Diangkat Jadi Komisaris Ancol
-
Cak Lontong, Sutiyoso Hingga Mantan Bos Garuga Didapuk Jadi Komisaris Ancol
-
Buntut Dukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres, Cak Lontong Kehilangan Banyak Job
-
Cak Lontong Kehilangan Banyak Job Buntut Dukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Saat Pilpres
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS