Pramono menjelaskan penamaan Arutala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cita-cita yang tinggi dan mulia.
Dalam sambutannya, Pramono juga menyampaikan bahwa gagasan dari Dinas Sosial itu masuk ke dalam program 100 hari quick wins yang dicanangkannya saat kampanye pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta.
“Saya sungguh sangat bergembira bahwa hari ini ada 25 anak dan ini betul-betul anak prasejahtera, anak yang tidak mampu yang ada di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka sepenuhnya ditanggung dalam kesehariannya baik makan, minum, termasuk sehari penuh ketika mereka belajar di TAS ini,” kata Pramono.
Pramono mengaku dirinya sempat berbincang dengan satu keluarga yang mempunyai empat anak yang mana ayah ibunya bekerja sebagai buruh cuci dan kuli bangunan.
Dengan adanya TAS tersebut mereka diharapkan bisa memperbaiki kehidupannya dan bisa menitipkan anaknya di tempat ini.
Tak hanya itu, Pramono juga ingin nantinya mereka yang di TAS ini saat jenjang pendidikan SD maupun SMP dan seterusnya bisa mendapatkan Kartu Jakarta Pintar agar bisa memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat.
"Harapan saya pribadi anak ini kalau nanti begitu di SD dan SMP dan seterusnya, mereka bisa mendapatkan KJP, Kartu Jakarta Pintar. Dan itu betul-betul akan memotong garis ketidakberuntungan yang ada di masyarakat," ujar Pramomo.
Pramono menambahkan, program TAS tersebut bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Jakarta serta mendapat dukungan dari dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan DKI Jakarta.
Dengan demikian, dalam waktu dekat dia berharap akan ada 44 TAS di setiap kecamatan Jakarta.
Baca Juga: Usulkan Nama-nama Pimpinan SKPD Baru, Gubernur Pramono Klaim Tak Ada Pertimbangan Personal
Pramono menilai kehadiran TAS sangat baik bagi anak-anak yang memang umumnya berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Premi Lasari mengatakan bahwa TAS tersebut merupakan tempat atau fasilitas pengasuhan dan perawatan anak (daycare). Meski berbeda dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di dalam TAS juga mendapatkan pendidikan dasar seperti membaca dan berhitung.
Anak-anak yang bergabung merupakan anak yang tidak mampu, yang ada dalam DTKS. Anak-anak tersebut juga mendapatkan makan siang hingga baju seragam.
"Termasuk seragam juga dapat. Jadi mereka tidak dapat kurikulum, tapi mereka di sini senang-senang," jelas Premi.
Berita Terkait
-
Usulkan Nama-nama Pimpinan SKPD Baru, Gubernur Pramono Klaim Tak Ada Pertimbangan Personal
-
Gubernur Pramono Anung Resmikan Masjid Jakarta Garden City
-
Pramono Mau Bikin Daycare untuk Warga Tak Mampu di Tiap Kelurahan, Bisa Main hingga Makan Gratis
-
Klaim Siap Pelototi Rekrutmen PPSU, Pramono: Saya buat Transparan Agar Tak Ada Rumor Ordal!
-
Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan