Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan mengirim sejumlah siswa ke barak militer sebagai bentuk pelatihan disiplin dan integritas. Kebijakan itu dibuat sebagai respon atas penurunan kasus kenakalan remaja yang dinilai belum signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS dan Open Data Jawa Barat, jumlah kasus kenakalan remaja di provinsi ini masih turun secara perlahan.
Tercatat pada 2020, angka kenakalan remaja sebanyak 12.345 kasus. Pada 2021 turun menjadi 11.567 kasus, dan pada 2022 sebesar 10.890 kasus. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, penurunan hanya mencapai sekitar 12,05 persen.
"Penurunan ini masih belum cukup signifikan," kata Siska dalam media talk yang digelar bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kamis (8/5/2025).
Jenis kenakalan remaja yang paling dominan, menurut data itu di antaranya, tawuran antarsekolah yang mencapai 35 persen, disusul penyalahgunaan narkoba (25 persen), pergaulan bebas (20 persen), dan tindak kriminal lainnya (20 persen).
Selain itu, kekerasan terhadap anak di bawah umur terus meningkat setiap tahun, dengan anak laki-laki tercatat lebih banyak menjadi pelaku dibandingkan anak perempuan.
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jabar menilai dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggelar pelatihan integritas dan ketarunaan di barak militer.
"Kita perlu ada solusi yang potensial. Dalam hal ini kita perlukan langkah praktis penanganan yang sesuai dengan kebutuhan, dalam menguatkan integritas bagi peserta didik yang menunjukkan potensi melakukan kekerasan secara konsisten melalui latihan integritas dan ketarunaan," ujarnya.
Program pelatihan yang dirancang selama 30 hari itu dipastikan tidak menghilangkan hak anak atas pendidikan. Para siswa tetap mendapatkan materi pelajaran sekolah sesuai kurikulum.
Baca Juga: Era 80-an Kembali? Kebijakan Jalan Kaki ke Sekolah Dedi Mulyadi Viral
Selain itu, mereka juga akan dibekali sembilan materi inti, termasuk bela negara, nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan dasar, hingga latihan baris-berbaris dan bela diri militer.
"Maksud dan tujuannya dari pelatihan ini adalah menunjukkan semangat ketarunaan dan menanamkan nilai-nilai bela negara dengan mengetuk kepribadian positif melalui penguatan integritas, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat," tutur Siska.
Kegiatan Pelajar di Barak Militer
Diberitakan sebelumnya, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai pendidikan karakter ala militer bagi pelajar bermasalah sudah dilaksanakan sejak Kamis (1/5/2025). Program ini sendiri menyasar anak-anak yang sudah mengarah tindakan kriminal dan orang tuanya tidak punya kesanggupan untuk mendidik.
Pendidikan ala militer untuk para siswa tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi di Bandung dan Markas Resimen Artileri Medan 1 Kostrad di Purwakarta.
Hingga saat ini, program itu sendiri menuai kontroversi dari berbagai pihak. Namun, Dedi Mulyadi tampaknya memiliki pertimbangan, salah satunya adalah ketidakmampuan para orang tua untuk mendidik anaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut