Ibadah haji merupakan kewajiban agama yang memiliki nilai spiritual tinggi. Karena itu, pemberian gelar Haji atau Hajjah kepada mereka yang telah menunaikannya merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilan dalam memenuhi perintah agama.
Aspek ini menjadi dasar paling kuat. Proses panjang dan beratnya persiapan menjadikan ibadah haji sebagai bentuk pengorbanan besar yang layak untuk dihormati secara sosial dan spiritual.
2. Dari Sisi Budaya
Dalam lintasan sejarah Nusantara, ibadah haji telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat.
Sejak masa kerajaan Islam, perjalanan ke Mekah dianggap sebagai prestasi yang luar biasa.
Di masa lalu, perjalanan ini memakan waktu sangat lama dan penuh tantangan, dari badai di lautan hingga wabah penyakit.
Maka, mereka yang berhasil kembali dari tanah suci dihormati layaknya pahlawan.
Cerita-cerita perjuangan itu terus diwariskan dan memperkuat nilai gelar Haji dan Hajjah sebagai simbol kebijaksanaan, kehormatan, serta keteladanan.
Dalam konteks sejarah Haji di Indonesia, aspek budaya inilah yang memperkaya makna gelar tersebut di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tarif Sewa Kursi Roda dan Skuter di Masjidil Haram 2025, Ini Paket Tawaf dan Sai
3. Dari Latar Belakang Kolonial
Menariknya, pada masa kolonial Belanda, gelar Haji juga digunakan sebagai alat kontrol.
Pemerintah Hindia Belanda mencemaskan kemungkinan kembalinya jamaah haji dengan semangat perlawanan terhadap penjajahan.
Untuk memantau aktivitas mereka, pada tahun 1872 didirikan Konsulat Jenderal Hindia Belanda di Arab Saudi.
Di sinilah awal mula jamaah diminta mencantumkan identitas sebagai “Haji” guna memudahkan pengawasan.
Dalam konteks asal-usul sejarah gelar Haji di Indonesia, pengaruh kolonial ini memperlihatkan bagaimana gelar tersebut tidak hanya bermakna religius, tapi juga berkaitan erat dengan politik dan pengawasan sosial.
Kenapa Harus Ada Gelar Haji atau Hajjah?
Masih dari sumber yang sama, berikut adalah beberapa alasan mengapa gelar Haji atau Hajjah dinilai penting untuk disematkan.
- Bentuk penghargaan atas usaha dan pengorbanan, baik secara finansial, fisik, maupun mental.
- Penanda pengalaman spiritual yang berharga.
- Meningkatkan status sosial dalam komunitas.
- Memberikan motivasi bagi orang lain untuk menjalankan ibadah haji.
- Menjaga tradisi dan identitas Keislaman di Indonesia.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Tarif Sewa Kursi Roda dan Skuter di Masjidil Haram 2025, Ini Paket Tawaf dan Sai
-
Sholat Idul Adha 2025 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Keputusan Pemerintah di Sini
-
19 Doa Haji dan Artinya dalam Bahasa Indonesia dari Berangkat Sampai Pulang
-
Haji di Tengah Krisis Iklim: Bagaimana Solusi Ibadah Saat Ancaman Panas Ekstrem?
-
Ciri-ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah, Bukan Berhasil Cium Hajar Aswad
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua