News / Nasional
Kamis, 22 Mei 2025 | 07:49 WIB
CEK FAKTA: Dedi Mulyadi Sebut Kaum Radikal Ragukan Ijazah Jokowi? [Turnbackhoax.id]

Selain itu, menggunakan perkakas pencarian gambar Google Image dengan kata kunci (keyword) “dedi mulyadi vasektomi bansos”, ditemukan artikel-artikel yang memuat foto yang meskipun diambil dari sudut yang berbeda tetapi mengkoroborasi mendukung artikel oleh TEMPO.CO.

Lantaran, menampilkan aspek-aspek yang memperlihatkan bahwa foto diambil di kesempatan yang sama, salah satunya unggahan oleh Liputan6 pada Rabu (30/4/2025) di YouTube berjudul “Dedi Mulyadi Usulkan Vasektomi sebagai Syarat Bansos | Liputan6”.

Selain terlihat di videonya, di unggahan ini terlihat juga di gambar pratinjau (thumbnail) yang digunakan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, bisa disimpulkan, unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang dimanipulasi (manipulated content). Faktanya, judul artikel yang benar adalah Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos”. 

Mengenal sosok Dedi Mulyadi. [Ist]

Siapa Dedi Mulyadi?

Dedi Mulyadi adalah seorang politikus Indonesia yang dikenal luas, terutama di Jawa Barat.

Ia lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 11 April 1971.

Karir politiknya cukup panjang dan beragam, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

Baca Juga: Cek Fakta: Gaji Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Rp5 Juta - Rp8 Juta Per Bulan

Karir Politik Singkat

Dedi Mulyadi memulai karir politiknya di legislatif daerah.

Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta pada periode 2003-2008.

Karir politik lainnya di daerah adalah ketika ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode, yaitu 2008-2013 dan 2013-2018.

Selama kepemimpinannya di Purwakarta, Dedi Mulyadi dikenal dengan berbagai kebijakan yang fokus pada pengembangan budaya lokal, penataan kota, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Gaya kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan sering menggunakan simbol-simbol budaya Sunda juga menjadi ciri khasnya.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai bupati, Dedi Mulyadi melanjutkan karir politiknya di kancah nasional.

Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VII untuk periode 2019-2024. Di DPR RI, ia aktif di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan teknologi.

Saat ini, Dedi Mulyadi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030.

Ciri Khas dan Popularitas

Popularitas Dedi Mulyadi tidak hanya berasal dari jabatannya, tetapi juga dari citranya sebagai politikus yang merakyat dan peduli terhadap kearifan lokal.

Ia sering terlihat mengenakan pakaian tradisional Sunda, berbicara dengan logat Sunda yang kental, dan mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan budaya serta masyarakat pedesaan.

Aktivitasnya di media sosial, terutama YouTube, juga sangat populer dan menunjukkan interaksinya langsung dengan masyarakat, seringkali membantu mereka yang membutuhkan.

Kontroversi dan Dinamika Politik

Seperti politikus pada umumnya, karir Dedi Mulyadi juga tidak lepas dari dinamika dan kadang-kadang kontroversi.

Misalnya, beberapa kebijakan budayanya di Purwakarta sempat menjadi perdebatan, meskipun ia tetap teguh pada visinya.

Dalam perjalanan politiknya, ia juga beberapa kali berpindah partai, menunjukkan adaptasinya terhadap peta politik nasional.

Secara keseluruhan, Dedi Mulyadi adalah salah satu figur politik yang cukup berpengaruh di Jawa Barat, dengan rekam jejak yang kuat dalam pemerintahan daerah dan representasi di tingkat nasional, didukung oleh citra diri yang khas dan dekat dengan masyarakat.

Load More