Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Raffi Ahmad. Ia dikabarkan memberikan bantuan senilai 10 ribu dolar AS ke pada warga Timor Leste.
Informasi tersebut beredar di media sosial (Medsos) Facebook. Nama akunnya ialah “Giveaway Info Terkini 460”.
Akun itu pada Kamis, 1 Mei 2025 membagikan foto disertai narasi. Berikut narasinya:
“BANTUAN 10.000 DOLAR RAFFI AHMAD DAN NAGITA SLAVINA KE TIMOR TIMUR. SILAHKAN JAWAB KUIS DI BAWA INI
SIAPA NAMA ISTRI RAFFI AHMAD
(A}. NAGITA SLAVINA
(B). AYU TING TING
KIRIM JAWABAN ANDA DI MASENGGER”
Unggahan disertai takarir:
Baca Juga: CEK FAKTA: Pesawat China Kirim Bantuan ke Jalur Gaza hingga Tembus Jalur Udara Israel, Benarkah?
“BOM DIA
BOA TARDE
BOA NOITE
*RANS ENTERTAIMENT*
KHUSUS TAHUN 2025 RANS ENTERTAIMENT MENYELENGGARAKAN GIVE AWAY UNTUK SAUDARA/SAUDARI YANG BERADA DI TIMOR LESTE SEBESAR $10.000
Silahkan jawab kuis di bawa ini
SIAPA NAMA ISTRI RAFFI AHMAD
(A). NAGITA SLAVINA
(B). AYU TING TING
Kirim jawaban anda di masengger
SEMUA WARGA TIMOR LESTE BERKESEMPATAN MENDAPATKAN HADIAH TANPA TERKECUALI”
Melansir dari TurnBackHoax.id, konten tersebut telah mendapat 104 tanda suka dan 47 komentar.
Penelusuran
Tim pemeriksa fakta pun menelusuri akun Instagram resmi milik RANS Entertainment “rans.entertainment”.
Dalam profil Instagram tersebut, tertulis bahwa akun Facebook resmi milik Raffi Ahmad hanyalah “Raffi Ahmad Lagi” dan “RANS ENTERTAINMENT”.
Tim pemeriksa fakta juga memasukkan kata kunci “Raffi Ahmad bagi uang ke warga Timor Leste” ke mesin pencarian Google.
Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel mengenai Raffi Ahmad yang membagi-bagikan uang 10.000 dolar untuk warga Timor Leste.
Dalam artikel di media lain dengan judul, “[HOAKS] Video Raffi Ahmad Beri Bantuan Dana untuk Pekerja Migran” yang tayang Maret 2025 disebutkan bahwa konten seperti itu dapat diindikasikan sebagai modus penipuan karena menghadirkan tautan untuk bertukar pesan melalui Facebook Messenger.
Kesimpulan
Dengan demikian, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, bisa disimpulkan bahwa unggahan berisi klaim “Raffi Ahmad bagi-bagi uang untuk warga Timor Leste” merupakan konten palsu (fabricated content).
Mengenal Timor Leste: Negara Termuda di Asia Tenggara yang Pernah Jadi Bagian Indonesia
Timor Leste, secara resmi bernama Republik Demokratik Timor Leste, adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di bagian timur Pulau Timor di Asia Tenggara.
Negara ini merupakan salah satu negara termuda di dunia yang memperoleh kemerdekaannya pada awal abad ke-21.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai Timor Leste:
Geografi
- Terletak di bagian timur Pulau Timor, dengan luas sekitar 15.007 km². Wilayahnya juga meliputi Pulau Atauro, Jaco, dan sebuah eksklave di Timor Barat yang dikenal sebagai Oecusse (Ambeno).
- Berbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Indonesia di sebelah barat. Di utara berbatasan dengan Laut Banda dan Selat Wetar, serta Laut Timor di selatan.
- Sebagian besar wilayahnya bergunung-gunung dengan puncak tertinggi Gunung Tatamailau (2.950 m).
Beriklim tropis, dengan dua musim: musim hujan dan musim kemarau.
Sejarah Singkat
- Penjajahan Portugis: Timor Leste dijajah oleh Portugal selama lebih dari 400 tahun, dimulai pada abad ke-16. Wilayah ini dikenal sebagai Timor Portugis.
- Deklarasi Kemerdekaan dan Invasi Indonesia: Pada 28 November 1975, Republik Demokratik Timor Timur mendeklarasikan kemerdekaan dari Portugal. Namun, tak lama kemudian, pada 7 Desember 1975, Indonesia menginvasi Timor Timur.
- Integrasi ke Indonesia: Pada tahun 1976, Timor Timur secara resmi menjadi provinsi ke-27 Indonesia dengan nama Provinsi Timor Timur. Periode ini diwarnai konflik bersenjata dan pelanggaran hak asasi manusia.
- Referendum dan Kemerdekaan: Setelah desakan internasional, pada tahun 1999 diadakan referendum yang diinisiasi oleh PBB, di mana mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka dari Indonesia. Setelah periode transisi di bawah administrasi PBB, Timor Leste secara resmi memperoleh kemerdekaan penuh pada 20 Mei 2002.
Pemerintahan
- Timor Leste menganut sistem pemerintahan demokrasi parlementer dan semipresidensial.
- Memiliki seorang Presiden sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.
Demografi dan Budaya
- Bahasa: Bahasa resmi adalah Tetum dan Portugis. Bahasa Indonesia juga masih digunakan sebagai bahasa kerja, terutama di kalangan generasi yang lebih tua.
- Agama: Mayoritas penduduk Timor Leste adalah penganut Katolik Roma. Meskipun demikian, tradisi adat dan kepercayaan animisme masih kuat dalam kehidupan masyarakat.
- Masyarakat: Kebudayaan Timor Leste sangat kaya akan adat istiadat, ritual, dan kepercayaan leluhur, yang sering kali terintegrasi dengan praktik keagamaan. "Uma Lulik" (rumah adat sakral) memegang peranan penting sebagai pusat spiritual dan identitas suku.
Ekonomi
- Ekonomi Timor Leste sangat bergantung pada minyak dan gas bumi, yang menyumbang sebagian besar PDB dan ekspor negara. Pendapatan dari sektor ini dikelola dalam Dana Perminyakan.
- Sektor pertanian juga merupakan tulang punggung mata pencarian bagi sebagian besar penduduk, dengan komoditas utama seperti kopi, kelapa, dan cengkih.
- Meskipun memiliki potensi sumber daya alam, Timor Leste masih menghadapi tantangan pembangunan yang signifikan, termasuk tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan. Mata uang yang digunakan adalah Dolar Amerika Serikat dan koin Centavo Timor Leste.
Timor Leste terus berupaya membangun negaranya dan memperkuat posisinya di kancah internasional, termasuk dalam forum regional seperti ASEAN.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer