Munjirin berharap pembangunan taman di Pasar Induk Kramat Jati ini bisa selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat bisa menikmati fasilitas taman usai berbelanja di pasar.
"Mudah-mudahan bisa berjalan dengan cepat pembangunan ini dan bisa dinikmati teman-teman yang bekerja di pasar bisa ke sini. Mungkin nanti lebih santai menghirup udara segar," ujar Munjirin.
Munjirin mengaku baru pertama kalinya berkesempatan mengunjungi Pasar Induk Kramat Jati. Pada kesempatan ini, Munjirin melihat kondisi eks posko ormas setelah sebelumnya bangunan tersebut dibongkar pada Operasi Berantas Jaya 2025.
"Ya, ini pertama sekali kesempatan dinas di Jakarta Timur, meninjau Pasar Induk Kramat Jati. Tujuan utama kita melihat hasil, lokasi, yang kemarin diadakan Operasi Berantas Jaya oleh Kepolisan, TNI, dan kami dari Pemda," jelas Munjirin.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) terkait konsep taman.
"Ya kita mengikuti arahan Pak Wali Kota tadi, desainnya nanti dari Kasudin Pertamanan, nanti baru mau didiskusikan," kata Agus.
Agus optimistis pembangunan taman ini selesai dalam waktu dua minggu dan dilengkapi dengan arena bermain anak.
"Ya selesai dua minggu. Nanti ada semacam tempat bermain atau playground untuk anak," ucap Agus.
Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP Jakarta Timur sebelumnya membongkar posko-posko organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, Rabu malam.
Baca Juga: Copot Atribut Ormas di Jakbar, Polisi Tangkap Jukir Liar: Jangan Beri Ruang Bagi Premanisme
"Malam hari ini juga, perintah pimpinan kita untuk membongkar pos-pos ormas yang ada di Pasar Induk Kramat Jati," kata Kapolsek Kramat Jati Kompol Rusit Malaka di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, Rabu (15/5).
Selain membongkar posko ormas di Pasar Induk, petugas gabungan itu juga menyisir preman berkedok ormas yang diduga masih berada di dalam area pasar.
Berita Terkait
-
Copot Atribut Ormas di Jakbar, Polisi Tangkap Jukir Liar: Jangan Beri Ruang Bagi Premanisme
-
Cara Lapor Premanisme dan Pemalakan Ormas ke Polisi, Bisa Telpon dan Whatsapp
-
Ramai soal Preman Berkedok Ormas, Golkar: Jangan Pernah Negara Dikalahkan oleh Para Preman Itu
-
Pemerintah Ogah Pukul Rata Ormas, Hasan Nasbi: yang Kita Kejar Aksi Premanisme Ganggu Bisnis
-
Begini Tampang Oknum Ormas Berinisial PP yang Intimidasi Kepala Keamanan Pasar Induk Kramat Jati
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon