Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno buka suara soal kritik warganet terkait pemasangan LED countdown 500 tahun Jakarta yang kini terpasang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Kritik itu salah satunya disampaikan lewat video akun TikTok @rizalmuhamaddd yang viral dan telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Menurut Rano, keberadaan hitung mundur tersebut bukan sekadar hiasan atau pemborosan anggaran. Ia menilai waktu dua tahun menuju ulang tahun ke-500 Jakarta pada 2027 bukan waktu yang panjang.
Apalagi, mengingat padatnya agenda pemerintahan yang harus disiapkan ke depan.
"Weh, dua tahun cepat, loh. Kita enggak berasa empat bulan sudah (menjabat) nih. Kita saja sama Pak Gub sudah empat bulan, baru menyelesaikan 100, 100 program. Cepat dua tahun itu," ujar Rano kepada wartawan, dikutip Minggu (1/6/2025).
Rano menekankan bahwa LED countdown di Bundaran HI merupakan bagian dari rangkaian menyambut perayaan setengah milenium usia Ibu Kota. Ia menyebut, langkah ini diambil agar persiapan menuju 2027 bisa dilakukan sejak dini.
"Nah, makanya mempersiapkan. Tentu istilahnya, 500 tahun itu sebetulnya memang di 2027," ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menepis anggapan bahwa proyek tersebut menghamburkan dana. Ia memastikan semua anggaran yang digunakan telah diperhitungkan secara efisien.
"Enggak, enggak ada anggaran yang dibuang," tegas Rano.
Baca Juga: Indikator Politik: Mayoritas Warga Jakarta Setuju Program Sarapan Gratis Pramono-Rano Dibatalkan
Tak hanya itu, ia menyebut countdown itu akan dipertahankan bahkan setelah Jakarta genap berusia 500 tahun. Menurutnya, LED tersebut akan menjadi penanda masa jabatan yang terus berjalan.
"Tapi, kalau dihitung periode, periode kita baru selesai 2030. Bukan berarti di 2027 itu naik, kemudian kemudian turun, enggak boleh. Dia harus tetap," pungkasnya.
Survei Kepuasan Kinerja Pramono-Rano
Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pramono Anung - Rano Karno yang berada di posisi kelima se-Pulau Jawa.
Chico ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (29/5), berpendapat tingkat kepuasan warga Jakarta tidak setinggi daerah lain karena karakter masyarakat cenderung lebih heterogen dan kritis dibandingkan daerah lain.
"Itu tentu berpengaruh pada sikap yang lebih kritis dan tidak mudah puas," katanya melalui pesan singkat.
Berita Terkait
-
Indikator Politik: Mayoritas Warga Jakarta Setuju Program Sarapan Gratis Pramono-Rano Dibatalkan
-
Kompak Absen Pembekalan PDIP: Pramono Mau Naik Haji, Rano Karno Nonton Festival Film di Luar Negeri
-
Maluku Utara Kepincut JAKI! Intip Rahasia Aplikasi Jakarta yang Bikin Daerah Lain Antre Belajar
-
Rusun Jagakarsa Resmi Dibuka! Harga Sewa Mulai Rp800 Ribuan, Siapa Saja yang Bisa Tinggal?
-
Sekalian Olahraga, Rano Karno Janji Tiga Kali Sepekan Ngantor Naik Angkutan Umum
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Mengurai Benang Kusut Gagal Bayar Gaji PPPK: Apakah Dana APBN Bisa Jadi Solusi?