Keduanya tahu bahwa memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi ruang bahwa siapa pun bisa layak mendapat kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Valeria pun melihat ini sebagai peluang untuk mencegah tragedi yang sama terulang.
"Saya dari korban berharap mereka bisa membangun hidup baru. Karena kalau tidak ada proses penyembuhan mental, bisa terulang lagi," katanya.
Pertemuan itu bukan hanya simbol. Akan tetapi perwujudan nyata dari proses rekonsiliasi antara korban dan keluarga pelaku terorisme.
Sebuah langkah besar yang mungkin belum pernah terpikirkan di benak banyak orang. Namun di Makassar, itu terjadi.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono menegaskan, pertemuan ini adalah bagian dari upaya serius membangun ruang rekonsiliasi yang nyata. Bukan hanya seremoni.
"Mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Kesadaran ini kita tampung dalam kegiatan positif, terutama di bidang ekonomi," jelasnya.
Upaya itu difokuskan lewat pendirian Rumah Moderasi, sebuah yayasan yang dibentuk untuk memberdayakan eks napiter secara ekonomi. Mereka didorong membuka usaha seperti kuliner, produksi kerajinan, hingga pelatihan kewirausahaan.
"Kita tetap rangkul mereka, karena mereka saudara, anak bangsa. Bersama-sama kita ingin Indonesia Emas 2045 bisa diraih," tambah Rusdi.
Baca Juga: Penampilan Kayak Orang Arab, Perempuan di Jakbar Dituding Teroris hingga Dianiaya Pria Tak Dikenal
Kapolda menyebut bahwa rekonsiliasi ini tidak hanya mempertemukan korban dan pelaku, tapi juga membuka jalan agar kedua belah pihak dapat kembali menjalani hidup yang lebih baik.
Yang menyentuh, di akhir pertemuan itu bukan hanya pelukan yang terjadi, tapi juga rencana-rencana kecil yang dimulai. Seperti, program pemberdayaan akan terus berjalan. Korban juga akan tetap didampingi dan eks pelaku diberi kesempatan.
"Ketika kita bicara soal bangsa, bukan hanya tugas kepolisian. Ini soal kita semua. Kalau kita bisa bangun kebersamaan, masalah eks napiter akan punya jalan keluar," tegas Kapolda.
Ia menambahkan, momen ini juga sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bagi Rusdi, langkah ini bukan hanya bentuk cinta pada tanah air, tapi pembuktian bahwa ideologi bangsa bisa menyatukan bahkan mereka yang pernah berseberangan secara tragis.
Yayasan Rumah Moderasi yang dibentuk Polisi ini diketuai oleh Suryadi, eks napiter yang kini justru menjadi garda depan pembinaan teman-temannya.
"Kalau tidak ada pendampingan dari kepolisian, mungkin kami masih gila-gila di luar," ucapnya terus terang.
Suryadi menyebut bahwa yayasan ini tak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga edukasi. Saat ini sudah ada puluhan orang yang diberdayakan.
"Sekarang kami buka usaha. Di sini ada 82 eks napiter yang kami dampingi. InsyaAllah bisa 100. Ke depan, kami ingin bangun sekolah untuk anak-anak eks napiter. Supaya mereka juga punya masa depan," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur