Suara.com - Proses pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memasuki tahap akhir. Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (4/6/2025), Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih mulai mematangkan langkah strategis selanjutnya guna memperkuat keberlanjutan inisiatif tersebut.
Rakortas tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.
Hadir dalam rapat ini sejumlah pejabat tinggi lintas kementerian, termasuk Wakil Menteri BUMN Kartika Wiratmojo, Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej, serta wakil dari Kementerian Dalam Negeri, sertaKementerian Kelautan dan Perikanan yang turut bergabung melalui sambungan virtual.
Dalam paparannya, Ferry menyampaikan bahwa proses musyawarah desa untuk pembentukan koperasi telah mencapai angka signifikan.
"Pelaksanaan musyawarah desa per hari ini sudah 78.719, pengesahan badan hukum sudah hampir 20 ribu," ungkapnya di hadapan para peserta rapat.
Selain itu, Satgas juga telah memulai pembuatan mock-up koperasi desa sebagai model percontohan yang akan diterapkan di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses implementasi serta memberikan gambaran riil kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait operasional koperasi tersebut.
Lebih lanjut, Satgas tingkat provinsi, kabupaten, dan kota diminta untuk melakukan verifikasi terhadap aset-aset yang dapat digunakan sebagai bagian dari ekosistem koperasi. Verifikasi ini menjadi krusial dalam memastikan kesiapan sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan koperasi secara menyeluruh.
"Satgas provinsi kabupaten kota juga diminta untuk melakukan verifikasi aset yang bisa digunakan," ujar Ferry sebagaimana dilansir Antara.
Ferry menambahkan, pembiayaan menjadi salah satu fokus utama dalam tahap lanjutan ini. Untuk itu, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga strategis guna menyusun skema pendanaan koperasi desa secara terpadu.
Baca Juga: Kemendagri Siap Fasilitasi Bimtek untuk Kepala Desa dan Pengurus Kopdeskel Merah Putih
“Kami juga hari ini mengadakan rapat dengan Kemenkeu, Kementerian BUMN serta Himbara untuk mematangkan skema pembiayaan koperasi desa,” katanya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat integrasi koperasi dalam struktur perekonomian desa serta memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan berbasis kemandirian dan gotong royong.
Proyeksi Untung Rp 50 Triliun
Sementara itu, Mentari Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memproyeksikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 50 triliun dalam setahun dengan menggantikan peran tengkulak dalam penyerapan gabah petani.
Mentan di Jakarta pada Rabu (4/6) mengatakan, jika Kopdes Merah Putih mengambil alih peran perantara atau tengkulak dan mendapatkan keuntungan Rp50 triliun, maka ada Rp263 triliun yang bisa dinikmati langsung oleh petani dan konsumen.
Dia menyampaikan bahwa pihaknya sempat melakukan penghitungan mengenai hal tersebut.
Berita Terkait
-
Kemendagri Siap Fasilitasi Bimtek untuk Kepala Desa dan Pengurus Kopdeskel Merah Putih
-
Panduan dan Petunjuk Pembentukan Koperasi Merah Putih: Tahapan, Usaha, Serta Pengurus
-
Minta Bantuan, Menkop Budi Arie Bahas Program Koperasi Desa Merah Putih di KPK
-
Cek Fakta: Gaji Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Rp5 Juta - Rp8 Juta Per Bulan
-
Business Plan dan Ekosistem Bisnis Kopdes Merah Putih di Kubu Raya Bakal Diperkuat LPDB
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
-
Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon
-
UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?
-
Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan
-
Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat