Suara.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali menyebut partisipasi berbagai pihak dalam menyalurkan hewan kurban Iduladha 1446 Hijriah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI cukup tinggi.
Nantinya, pemotongan hewan kurban akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dharma Jaya.
Setelah itu, pembagian daging kurban akan dilakukan ke masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
"Kelihatannya banyak orang yang berkurban. Alhamdulillah mudah-mudahan bermanfaat, nanti ada daging kurban yang akan dibagikan," ujar Marullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 6 Juni 2025.
Selain itu, ia menganggap momen ini bisa bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang selama ini tak rutin mengonsumsi protein hewani.
"Mudah-mudahan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan daging kurban, yang jarang-jarang makan daging," ucapnya.
Pemberian hewan kurban ini datang dari berbagai pihak, mulai dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI, hingga Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
"Pak Gubernur dan wagub kemarin menyerahkan langsung," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Marullah juga menyebut perayaan Iduladha di Jakarta berlangsung cukup semarak.
Baca Juga: Terungkap! Brawijaya dan Jack, Nama Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal Siap Disembelih Besok
Masyarakat tetap meramaikan masjid-masjid untuk melaksanakan ibadah meskipun di momen libur panjang.
"Hari ini semarak, ramai sekali. Orang pada Salat Id. Kemudian kedua, ini kan pas hari Jumat. Alhamdulillah hampir seluruh dunia Idulad hanya bareng dan di Jakarta tadi saya lihat semarak sekali. Masjid-masjid diramaikan oleh jemaah," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Pramono memperkirakan, akan ada sebanyak 69 ribu ekor hewan akan dikurbankan.
Ia pun memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Kami memperkirakan yang akan disembelih di Jakarta ini kurang lebih 69 ribu, kurang lebih 69 ribu," ujar Pramono saat meninjau RPH Dharma Jaya, Jakarta Timur.
Dalam kunjungannya, Pramono juga melepas tim pemeriksa daging kurban yang akan bertugas di berbagai titik penyembelihan hewan kurban di Jakarta.
Ia menyebutkan, kesiapan Jakarta menjelang Iduladha telah dipersiapkan secara matang.
"Sehingga dengan demikian, Jakarta untuk menyambut idul kurban ini sudah sangat siap," ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov telah menurunkan 300 juru sembelih halal (juleha) serta 90 dokter hewan.
Para petugas ini akan memastikan seluruh proses kurban berjalan sesuai dengan prinsip kesehatan dan syariat.
"Sama sekali tidak ada penyakit PMK di Jakarta pada saat ini, sehingga dengan demikian mudah-mudahan besok pelaksanaan idul kurbannya akan berjalan dengan baik," ungkap Pramono.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Hasudungan Sidabalok turut mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan selama proses penyembelihan hewan kurban.
Ia mengingatkan pentingnya mengelola limbah dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
"Darahnya itu jangan dibuang ke saluran umum, harus melalui safety tank, seperti itu," katanya.
Hasudungan juga meminta warga mengumpulkan limbah padat di satu tempat dan bekerja sama dengan petugas PPSU untuk penanganannya.
Ia menyarankan agar darah segera disiram dan disinfeksi dilakukan agar tidak menimbulkan bau dan penyakit.
"Kemudian hasil dari limbah darah tersebut, kalau bisa segera disiram. Kemudian diberikan karbol atau desinfektan lain, supaya tidak sampai mencemari lingkungan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pramono berencana membeberkan rencananya untuk mendistribusi hewan kurban atas nama pribadinya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah disiapkan.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan hewan kurban nantinya akan dikirim ke seluruh wilayah Ibu Kora.
"Untuk Idul Kurban ini pemerintah Jakarta sudah menyiapkan, baik saya secara pribadi ataupun juga sebagai gubernur dan hampir di semua daerah mendapatkan, mungkin hampir semua daerah lah yang ada di Jakarta ini kami bagi,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu 4 Juni 2025.
Namun saat ditanya mengenai jumlah pasti hewan kurban yang akan didistribusikan, Pramono memilih irit bicara.
"Mohon maaf nggak bisa nyebutkan," ucapnya singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik