Suara.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus juru bicara Istana, Prasetyo Hadi memastikan belum ada rencana dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perombakan atau reshuffle para menteri di Kabinet Merah-Putih.
Menurut Prasetyo, pernyataan tersebut peranh ia sampaikan sebelumnya. Di mana, ia menegaskan memang belum ada rencana Prabowo melakukan reshuffle para menterinya di kabinet.
"Reshuffle, sebagaimana yang sudah pernah saya sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada. Belum ada rencana untuk melakukan reshuffle. Belum ada ya," beber Prasetyo Hadi saat ditemui awak media di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Prasetyo menegaskan bahwa pernyataannya tersebut memang benar apa adanya.
Kendati belum ada rencana reshuffle, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh anggota Kabinet Merah Putih.
"Nanti dikira bohong, (memang) belum ada. Tapi lebih maknanya semua dilakukan evaluasi terus-menerus terhadap kinerja seluruh kementerian maupun lembaga," ungkap Prasetyo Hadi.
Sementara itu, saat ditanya mengenai informasi bahwa reshuffle untuk memgganti banyak menteri akan dilakukan pada November mendatang, Prasetyo hanya menegaskan hal serupa.
Politis Partai Gerindra itu mengeklaim jika para menteri di kabinet Prabowo saat ini masih fokus bekerja.
"Belum ada. Semua sedang fokus bekerja dengan bidangnya masing-masing. Tadi kan Saudara juga perhatikan ya," pungkas Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Ucapan Jokowi Terpatahkan! Gibran Ternyata Bisa Dimakzulkan Tanpa Harus Sepaket dengan Prabowo
Soal Bocoran Menteri Aman Terkena Reshuffle
Isu soal reshuffle di jajaran menteri kabinet Prabowo kembali mencuat ke permukaan. Meski kabar adanya reshuffle di kabinet Prabowo masih liar, beredar bocoran terkait nama-nama anggota Kabinet Merah-Putih yang disebut-sebut aman tak terkena reshusffle.
Bocoran nama-nama itu diungkapkan oleh Ketua Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI), Siti Jamaliah Lubis.
Dia mengaku dapat bocoran nama-nama menteri yang disebut masih aman dari ancaman reshuffle dalam waktu dekat.
Pengakuan itu dia sampaikan di hadapan Menteri UMKM Maman Abdurrahman ketika acara Nota Kesepahaman antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan KAI, Kamis (5/6/2025).
Saat menyampaikan sambutan, Siti bercerita soal obrolannya dengan Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Siti menyebutkan kalau Maman termasuk salah satu menteri yang aman dari reshuffle.
Berita Terkait
-
Ucapan Jokowi Terpatahkan! Gibran Ternyata Bisa Dimakzulkan Tanpa Harus Sepaket dengan Prabowo
-
Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya
-
Heboh Wapres Gibran Kepergok Follow Akun Instagram Judol, Setwapres: Dulu Akun Biasa
-
Blak-blakan Dukung Forum Purnawirawan TNI Lengserkan Gibran, Rocky Gerung: Sangat Masuk Akal!
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran