"Untuk menghabiskan 59 juta ton ini, bisa banyak sekali skenario durasi penghitungan tahunnya," kata Ferry memaparkan.
Dengan hitung-hitungan yang sama yakni sampai 50 tahun ke depan, nilai ekonomi hasil pertambangan nikel tidak jauh lebih besar dari program wisata maupun konservasi alam di Raja Ampat.
"Angka yang kita peroleh adalah Rp246,9 triliun," ucap Ferry Irwandi.
Ditambah lagi, perputaran uang cuma dinikmati oleh mereka yang menjalankan proyek tambang di Raja Ampat.
Dengan kata lain, kasus eksploitasi kekayaan alam tanah Papua tanpa bisa dinikmati penduduk aslinya kembali terjadi.
"Ini pilihan yang sangat buruk. Dampak atau kerugiannya juga sangat besar. Ekosistemnya hancur, reputasi Indonesia jadi sangat buruk, tingkat kepercayaan publik juga sangat menurun," ujarFerry Irwandi.
Dari paparan hitung-hitungan nilai ekonomi tersebut, Ferry Irwandi berharap pemerintah bisa memikirkan ulang rencana pengembangan tambang nikel di Raja Ampat.
Kalau perlu, izin tambang PT GAG Nikel di Pulau GAG, Raja Ampat juga ikut dicabut bersama empat perusahaan lain yang sudah lebih dulu dihentikan aktivitasnya.
"Tambang nikel itu bisa dibuat di berbagai tempat. Tapi kita cuma punya satu Raja Ampat. Jadi, coba dipikirkan baik-baik," imbuh Ferry.
Baca Juga: Kawasan Industri IWIP Targetkan Serap 100 Ribu Tenaga Kerja Hingga 2026
Berita Terkait
-
Kawasan Industri IWIP Targetkan Serap 100 Ribu Tenaga Kerja Hingga 2026
-
Tak Mau Gegabah, Bos Antam Tunggu Aba-aba dari Bahlil Soal Operasional Gag Nikel
-
Bos Antam Klaim Polemik PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Pengaruhi Kinerja
-
Tak Semua Orang Peduli Lingkungan, Cinta Laura Pilih Pendekatan Sosial Soal Tambang Nikel Raja Ampat
-
Cinta Laura: Orang Papua Itu Baik, Kenapa Dieksploitasi?
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri