Alasannya, meski kemiskinan absolut sudah tidak ada lagi di China, pembangunan diniai tidak seimbang dan lebih condong ke pusat-pusat perkotaan sehingga dapat menggagalkan program pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.
Pemerintah Tiongkok kemudian mengamanatkan untuk menghidupkan kembali desa-desa yang total dihuni sekitar 840 juta orang (60 persen populasi).
Strategi revitalisasi pedesaan PKC termasuk juga menciptakan kondisi yang berkelanjutan di daerah pedalaman agar penduduk desa dapat mencari nafkah di tanah kelahiran mereka, dapat meningkatkan status sosial ekonomi mereka dan akhirnya membantu mendongkrak permintaan domestik.
ANTARA berkesempatan untuk mengunjungi sejumlah desa hasil revitalisasi di dua provinsi bagian Timur China yaitu Jiangsu dan Zhejiang.
Desa Xiangban Sujia
Desa Xiangban Sujia memiliki luas 16 hektare berada di distrik Jiangning, kota Nanjing provinsi Jiangsu dan fokus untuk wisata.
Sejak masuk dari gerbang desa, tidak terlihat suasana "khas desa di China" tapi lebih ke suasana resor modern yang penuh dengan "homestay", kafe, restoran, toko kerajinan tangan ditambah dengan kebun tanaman organik yang asri.
Direktur subdistrik Moling yang membawahi desa itu, Zhang Jing, mengatakan bahwa mereka menerima 500.000 wisatawan dengan pendapatan hampir 30 juta RMB.
Karena program revitalisasi desa, ada sekitar 30 pengusaha muda yang berbisnis di desa itu dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi hampir 100 orang penduduk desa.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Desa, LPDB Siapkan Pembiayaan untuk 80 Kopdes Usai Terbitnya Permenkop Baru
Desa tersebut memang ditata secara apik dengan nuansa anak muda sehingga menampilkan danau Bailu di sisi kiri dan bunga-bunga mekar di sisi kanan serta panorama pegunungan dari kejauhan.
Terlebih lokasinya yang hanya butuh berkendara satu jam dari ibu kota Nanjing membuat lokasi itu menjadi salah satu pilihan untuk berlibur dan bersantai pada akhir pekan.
Seorang pengusaha kedai kopi lokal "Spark Coffee" bernama Zhang Min mengatakan ia awalnya mendirikan kedai kopi di kota Nanjing lalu kemudian pindah ke desa itu pada 2017.
Per hari, 60-80 gelas kopi terjual dari kedai kopi tersebut meski harganya lumayan "mahal" yaitu sekitar 35-38 RMB dibanding merek kopi waralaba China yang harga per gelas bisa dibanderol dengan harga 9.9 RMB.
Produk favorit "Spark Coffee" adalah kopi susu kesemek yaitu kopi susu yang dicampur dengan buah kesemek hasil dari daerah sekitar.
Desa budaya teh Huanglongxian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Jawaban Dasco Setelah Dengarkan Curhat Pilu Bupati Aceh Utara Ayahwa
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran