Suara.com - Penampilan Presiden Ketujuh, Joko Widodo atau Jokowi tengah jadi perbincangan publik. Presiden dua periode itu disebut mengidap sakit.
Dalam sebuat video yang beredar di media sosial, kondisi fisik Jokowi tampak makin berbeda dengan kulit yang tampak melepuh.
Sosok yang selama ini getol dengan dugaan ijazah palsu Jokowi yang juga ahli epidemiologi, dokter Tifauzia Tyassuma. Dalam unggahannya di X (dulu Twitter), perempaun yang akrab dipanggil dokter tifa menyebut soal penyakit autoimun agresif.
"Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen," ujar dokter Tifa.
Dalam cuitannya, dokter Tifa juga mengaku mengkhawatirkan kesehatan Jokowi meski berseberangan pandangan.
"Padahal bukan maksud saya untuk menjadi lawan beliau atau apa. Yang saya lakukan adalah menegakkan kebenaran soal ijazah, kalau dengan itu beliau tersinggung dan memusuhi saya ya kita lihat saja bagaimana kebenaran itu akan membela dirinya sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut dokter Tifa memberikan penjelasan terkait penyakit autoimun agresif. Dia menyebut perjalanan penyakit itu kurang dari enam bulan menuju terminal stage.
Gejala dari penyakit autoimun agresif menurut dokter Tifa adalah perubahan kulit yang agresif, gatal luarbiasa, sarkopenia atau otor mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan , kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.
"Sebagai dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau," katanya.
Baca Juga: Wajah Jokowi Makin Memprihatinkan Saat Ulang Tahun ke-64, Diteriaki Warga Cepat Sembuh
Dia menyebut, ketika kondisi autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung.
Dia pun menyarankan, lebih baik segera rawat intensif ke rumah sakit terbaik di dunia, mungkin di China.
"Karena Pak JW (Jokowi) masih ada hubungan darah dengan China jadi bisa relate kalau butuh donor darah atau donor ginjal," kata dokter Tifa.
Jokowi Didoakan Cepat Sembuh
Pada Sabtu (21/6/2025) kemarin, sejumlah warga berdatangan ke rumah Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo untuk merayakan ulang tahun ke-64 Presiden ke-7 RI itu.
Kedatangan warga adalah untuk ikut memeriahkan acara tasyakuran ultah Jokowi. Sementara Jokowi tak banyak berbicara di kesempatan tersebut. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga.
Berita Terkait
-
Wajah Jokowi Makin Memprihatinkan Saat Ulang Tahun ke-64, Diteriaki Warga Cepat Sembuh
-
Jokowi Batal Maju Calon Ketum PSI, Kaesang: Tak Mungkin Ayah dan Anak Bersaing
-
Maju Lagi Jadi Ketum: Kaesang Janji Antar PSI Masuk Senayan dan Perbanyak Kepala Daerah
-
Koar-koar Ijazah Palsu, Roy Suryo Ternyata Pendukung Jokowi: Memang Top, Beliau Pintar!
-
Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123