Secara hukum internasional, Iran memang tidak berhak menutup Selat Hormuz yang termasuk dalam perairan internasional.
Namun, dengan kekuatan militernya yang cukup signifikan di kawasan tersebut, Iran dapat dengan mudah mengganggu pelayaran, bahkan tanpa harus secara formal menyatakan penutupan.
Insiden serangan terhadap kapal tanker, penangkapan awak kapal asing, hingga ketegangan diplomatik yang melibatkan negara-negara besar, semuanya kerap terjadi di wilayah tersebut.
Hal ini menjadikan Selat Hormuz sebagai barometer stabilitas keamanan global.
3. Kekuatan Militer Iran di Wilayah Selat
Iran memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena menguasai sebagian besar garis pantai di sekitar Selat Hormuz.
Kontrol ini memungkinkan mereka untuk menerapkan taktik militer asimetris guna menekan lawan-lawannya, khususnya Amerika Serikat.
Beberapa kekuatan militer Iran patut diwaspadai, salah satunya kapal cepat bersenjata dan kapal selam kecil untuk patroli gerilya laut.
Mereka juga memiliki ranjau laut yang bisa membahayakan kapal tanker, serta rudal jelajah jarak menengah yang ditempatkan di darat atau kapal.
Baca Juga: Trump: AS Sukses Serang 3 Lokasi Nuklir Iran, Dunia Tercengang!
Belum lagi drone tempur seperti Shahed-136 yang telah terbukti efektif dalam berbagai konflik proksi di kawasan.
Iran tidak perlu memenangkan perang secara konvensional untuk mengguncang dunia.
Cukup dengan membuat pelayaran di Selat Hormuz tak aman, mereka bisa mengacaukan pasar global dan menciptakan ketidakpastian internasional yang merugikan musuh-musuhnya.
4. Ketergantungan Global Termasuk Amerika
Amerika Serikat kini lebih mandiri dalam pasokan energinya berkat peningkatan produksi dalam negeri.
Namun stabilitas harga minyak global tetap menjadi kepentingan utama.
Fluktuasi harga energi secara langsung berdampak pada ekonomi domestik AS dan sekutunya, terutama di Eropa dan Asia.
Amerika juga memiliki kekuatan militer signifikan di kawasan, termasuk Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berbasis di Manama, Bahrain.
Namun, menjaga keamanan Selat Hormuz bukan tugas yang mudah. Jalur ini sempit, padat, dan sangat rentan terhadap serangan mendadak atau sabotase.
Selain energi, gangguan di Selat Hormuz juga akan mengacaukan rantai pasokan global, mulai dari logistik pengiriman barang hingga industri manufaktur.
Efek domino dari gangguan ini bisa menyentuh semua sektor, mulai dari harga bahan bakar hingga biaya transportasi dan bahan pokok.
Diketahui, Amerika menyerang Iran dengan menargetkan fasilitas tiga nuklir utama Iran yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan pada Sabtu malam, 21 Juni 2025.
Dunia pun menanti, apakah Iran benar-benar akan menutup Selat Hormuz?
Kontributor : Chusnul Chotimah
Tag
Berita Terkait
-
Jika Iran Diserang, Houthi Yaman Bakal Gempur Kapal AS di Laut Merah
-
Warga Amerika Serikat Meradang, Donald Trump Didemo Besar-besaran Imbas Serang Iran
-
Perang Iran-Israel dan Gema Nubuat Akhir Zaman: Benarkah Tanda Kemunculan Imam Mahdi Semakin Dekat?
-
Amerika Serikat Serang Iran, FIFA Berani Jatuhkan Sanksi seperti ke Yugoslavia?
-
Serangan AS ke Iran Bisa Picu Perang Dunia Ketiga, Bagaimana Sikap Indonesia?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!