Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin menganggap tugas yang diemban oleh Polri bukan tugas yang gampang dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hal itu disampaikan Sultan Bachtiar dalam menyambut peringatan HUT Bhayangkara ke 79 pada 1 Juli 2025 mendatang.
Awalnya, Ketua DPD RI mengucapkan apresiasi atas dedikasi Polri dalam pengabdiannya kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada seluruh jajaran Polri. Dengan mengusung tema yang luar biasa, ‘Polri untuk Masyarakat’, kami berharap Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang makin humanis, profesional, dan berintegritas tinggi,” kata Sultan dikutip pada Kamis (26/6/2025).
Ia menilai bahwa kehadiran Polri sangat vital dalam menjaga stabilitas nasional dan menumbuhkan rasa aman di tengah masyarakat. Dedikasi aparat kepolisian yang tak kenal waktu, bahkan bekerja siang dan malam, menjadi bukti nyata semangat pengabdian yang luar biasa bagi bangsa ini.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Polri yang telah berjuang menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan di tengah masyarakat. Ini bukan tugas mudah, tetapi telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” sambungnya.
Sultan juga menyoroti pentingnya membangun sinergi yang lebih kuat antara Polri dan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menciptakan suasana yang damai, demokratis, dan sejahtera. Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan publik terhadap institusi hukum seperti kepolisian.
“Semoga sinergi antara Polri dan rakyat makin kokoh demi Indonesia yang aman, damai, dan makin sejahtera,” ujarnya.
Sebagai lembaga negara yang mengemban amanah dari daerah, DPD RI mendukung penuh transformasi Polri menuju institusi yang semakin modern, inklusif, dan terpercaya. Ia meyakini bahwa Polri memiliki peran besar dalam menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional yang berpihak kepada rakyat.
“Dirgahayu Bhayangkara ke-79. Teruslah mengabdi dengan hati, membangun kepercayaan, dan menjaga Indonesia untuk semua,” pungkasnya.
Baca Juga: Drama Kasus Ijazah Jokowi Tetap Berlanjut, Kapolri Ungkap Babak Baru Penyelidikan, Apa Itu?
Berita Terkait
-
Drama Kasus Ijazah Jokowi Tetap Berlanjut, Kapolri Ungkap Babak Baru Penyelidikan, Apa Itu?
-
Ogah Cabut Ucapan soal Iran, Felix Siauw Kini Singgung LGBT: Aku Bahagia Mereka Dukung Palestina
-
Anies Cuma Bisa Geleng-geleng Sedih Lihat Sahabatnya Diborgol, Tom Lembong Malah Ketawa
-
Kepergok 'Diservis' Polwan hingga Tasnya Dibawakan, Selvi Ananda Banjir Sindiran: Manja Amat Lu!
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen