Suara.com - Nama Topan Obaja Putra Ginting mendadak jadi sorotan publik usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatra Utara (Sumut).
Penetapan ini dilakukan usai operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Mandailing Natal, Kamis (26/6/2025). Sosok Topan Ginting pun menjadi perbincangan hangat, terutama karena ia dikenal sebagai orang dekat Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Padahal, Topan Ginting menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut baru sekitar empat bulan sebelum akhirnya terjerat kasus korupsi.
Kariernya di pemerintahan selama ini juga dikenal cukup melesat, dimulai dari jajaran Pemerintah Kota Medan dan terus menanjak hingga dipercaya menduduki posisi penting di tingkat provinsi.
Karier Kilat di Bawah Kepemimpinan Bobby Nasution
Topan Obaja Putra Ginting merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan 2007. Setelah lulus, ia langsung mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemkot Medan.
Awal kariernya dimulai dari posisi Kasubbag di Bagian Umum Pemko Medan, lalu berlanjut sebagai Kepala Bidang di Dinas Kominfo Medan.Puncak lonjakan karier Topan dimulai pada tahun 2019 saat ia ditunjuk sebagai Camat Medan Tuntungan.
Tak lama setelah Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan pada 2021, Topan diberi kepercayaan sebagai Kepala Dinas PU Kota Medan. Ia kemudian sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan pada tahun 2024.
Setelah Bobby memenangkan Pilkada Sumut dan dilantik sebagai Gubernur, Topan pun "diboyong" ke tingkat provinsi dan dilantik menjadi Kadis PUPR Sumut pada awal 2025. Namun, karier gemilang itu berakhir tragis ketika ia ditangkap KPK dalam OTT hanya empat bulan setelah menjabat.
Baca Juga: KPK Dicap Takut Kekuasaan jika Urung Periksa Bobby Nasution, MAKI Siap Ajukan Gugatan
Terseret Kasus Korupsi Jalan Rp231,8 Miliar
Dalam OTT yang dilakukan KPK, Topan tidak sendiri. Ia ditetapkan sebagai salah satu dari lima tersangka, bersama dengan dua pejabat lain, yaitu Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut berinisial RES dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I Sumut berinisial HEL.
Dua tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni Dirut PT DNG (KIR) dan Direktur PT RM (RAY). Kelima tersangka diduga terlibat dalam pengaturan dan penyelewengan proyek pembangunan jalan di wilayah Kota Pinang, Gunung Tua, hingga proyek Jalan Hutaimbaru-Sipiongot, dengan total nilai proyek mencapai Rp231,8 miliar.
Plt. Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa kelima tersangka akan ditahan selama 20 hari pertama, terhitung mulai 28 Juni hingga 17 Juli 2025.
Harta Kekayaan Nyaris Rp5 Miliar
Sebelum menjabat sebagai Kadis PUPR Sumut, Topan melaporkan kekayaan pribadinya ke KPK lewat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024. Dalam laporan tersebut, kekayaannya tercatat mencapai Rp4.991.948.201. Aset-aset tersebut terdiri dari berbagai jenis, antara lain:
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena