Suara.com - Produksi beras di Indonesia menghadapi tantangan besar: emisi karbon yang tinggi dari penggilingan berbasis diesel dan tingginya biaya operasional.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga menggerus pendapatan petani dan pelaku usaha penggilingan padi.
Menjawab persoalan ini, Program SWITCH-Asia Low Carbon Rice Project yang didanai Uni Eropa hadir sebagai solusi.
Program ini mendukung petani untuk beralih ke produksi beras ramah lingkungan dengan memberikan fasilitas dan pendampingan kepada 150 penggilingan padi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, demikian seperti dikutip dari ANTARA.
Teknologi yang diperkenalkan mencakup transisi dari mesin penggiling berbasis diesel ke energi listrik yang lebih ramah lingkungan.
Tujuannya jelas: mengurangi emisi karbon, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan produsen beras.
“Proyek ini merupakan bukti bagaimana aksi iklim dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi.
Ia menyebut Jawa Tengah memegang peran kunci, mengingat statusnya sebagai salah satu provinsi utama penghasil beras di Indonesia. Kabupaten seperti Klaten, Sragen, dan Boyolali kini menjadi lokasi percontohan penggunaan teknologi penggilingan hemat energi.
“Di Jawa Tengah, saya dan para duta besar yang lain telah melihat dampak nyata dari inovasi berkelanjutan, yakni emisi yang lebih rendah, ekonomi pedesaan yang lebih kokoh, dan kerja sama yang lebih erat antara Eropa dan Indonesia,” lanjut Denis.
Baca Juga: Revolusi Pengelolaan Air Limbah, Solusi Iklim yang Tersembunyi dari Jantung Kota
Pada Senin (30/6), ia bersama para duta besar negara Uni Eropa bertemu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta untuk mendiskusikan kelanjutan kolaborasi proyek ini.
“Program SWITCH-Asia menegaskan komitmen kami terhadap kemitraan berkesinambungan yang bermanfaat bagi masyarakat dan Bumi," tegas Denis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik proyek ini. Ia menyebut Jawa Tengah merupakan produsen beras terbesar kedua di Indonesia, menyuplai 18 persen kebutuhan nasional.
“Ekonomi Jawa Tengah sangat sehat dan kami akan membantu mengawal proses perizinan serta memberikan insentif pajak untuk proyek ekonomi hijau,” ucapnya.
Ia juga mengajak negara-negara Uni Eropa untuk berinvestasi dalam mendorong swasembada pangan dan praktik ekonomi hijau di provinsinya.
Program ini diimplementasikan oleh Preferred by Nature, bekerja sama dengan Perpadi dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP).
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW
-
Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar
-
Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!
-
Raja Juli: Tidak Ada Sejengkal Kawasan Hutan yang Saya Lepaskan
-
Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo
-
Pensiunan Tentara Angkatan Darat Ditembak Mati di Walmart, Perkara Rebutan Parkir Sama Cewek
-
Tak Berkutik! KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel
-
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
-
Media AS Sorot Sepasang Kekasih Asal Aceh Dicambuk karena Ciuman di TikTok