Sejumlah pengguna media sosial menuding Dedi Mulyadi melakukan tindakan yang mencerminkan islamophobia alias anti-Islam, atau setidaknya menjauhkan simbol-simbol keislaman dari ruang publik.
"KEARIFAN LOKAL atau ISLAMOPHOBIA? Rumah Sakit Al Ihsan diganti menjadi RSUD Welas Asih. Apa maksudnya menghapus nama bernuansa Islam?" tulis akun @NenkMonica di platform X (Twitter).
Komentar serupa datang dari netizen lain yang mempertanyakan keadilan dalam perlakuan terhadap institusi kesehatan lain yang bernuansa keagamaan.
"Kalau ini diganti karena alasan inklusif, apakah rumah sakit seperti RS Elizabeth juga akan diganti? Harus berimbang dong," tulis seorang pengguna.
"Nanti lama-lama anak sekolah gak boleh bilang Assalamualaikum, tapi harus bilang sampu rasun," cibir netizen.
Isu ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan perdebatan hangat, terutama di kalangan masyarakat perkotaan yang aktif di media sosial.
Sebaliknya, banyak pula yang membela langkah ini. Sejumlah warga menilai bahwa nama Welas Asih justru lebih menekankan nilai-nilai universal dan kemanusiaan.
"Ini bukan soal menghapus Islam, tapi soal menjadikan rumah sakit lebih bisa diterima oleh semua. Nama Al Ihsan tetap bermakna baik, tapi Welas Asih juga punya makna yang dalam," tulis salah satu netizen.
"Nama baru tetap mewakili nilai-nilai kasih sayang yang juga diajarkan dalam Islam. Ini hanyalah bentuk ekspresi budaya lokal yang tidak meniadakan agama," ujar yang lain.
Baca Juga: Bisa Konsul ke Psikolog Klinis 24 Jam di Jakarta, Berlaku di Rumah Sakit Mana Saja?
Ini bukan pertama kalinya keputusan Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu menuai kontroversi.
Sebelumnya, Dedi memberlakukan jam masuk lebih pagi untuk sekolah-sekolah di Jawa Barat.
Keputusan tersebut memancing banyak protes, terutama dari kalangan orang tua yang mengaku repot jika anak-anak mereka harus berangkat ke sekolah lebih pagi.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Beda Adab Dedi Mulyadi Salaman dengan Gibran dan Prabowo Jadi Gunjingan
-
Marinir Turun Tangan! TNI AL Siap Tampung Siswa Indisipliner Jabar di Barak Pembinaan
-
Dedi Mulyadi Tegas di Sukabumi: Ini Rumah, Bukan Gereja! Langsung Transfer Rp 100 Juta
-
Joko Anwar Heran Lihat Aksi Warga Sukabumi Rusak Rumah yang Dikira Gereja, Kenapa?
-
Cek Fakta: Dedi Mulyadi Ingkar Janji Beri Bonus Rp2 Miliar untuk Persib
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau