Suara.com - Pentingnya kesehatan mental kini jadi perhatian Pemerintah DKI Jakarta. Inilah sebabnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta berharap layanan kesehatan jiwa bisa terkoneksi untuk seluruh rumah sakit Ibu Kota.
Harapan ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati, saat menjelaskan keberadaan layanan konsultasi jiwa selama 24 jam yaitu JakCare, dalam acara Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah DKI Jakarta ke-5 & IRSJAM Expo 2025.
Ani mengatakan layanan konsultasi kesehatan mental yang langsung dilayani psikolog klinis ini, sudah terkoneksi dengan fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan nantinya layanan ini juga bisa menjangkau perempuan dan anak yang alami kekerasan.
"Kami juga berharap ini bisa terkoneksi dengan seluruh layanan kesehatan jiwa dari seluruh rumah sakit yang ada di wilayah DKI Jakarta. Termasuk layanan untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga ini akan memberikan akses yang semakin besar terkait layanan kesehatan jiwa untuk masyarakat," ungkap Ani di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (24/6/2025).
Ia juga menambahkan isu kesehatan mental atau mental health ini sangat penting, terlebih DKI Jakarta punya target masuk dalam 20 besar Global City Index dalam 20 tahun ke depan. Namun Ani sadar betul, tujuan ini tidak bisa tercapai tanpa adanya kerja sama strategis, termasuk dari seluruh rumah sakit di Jakarta.
Bahkan bukan tidak mungkin nantinya, bila kerja sama seluruh rumah sakit di Jakarta dengan pemerintah akan secepatnya mengembangkan wisata medis. Sehingga orang tidak hanya datang ke suatu kota untuk berobat, tapi sekaligus juga berwisata.
"Secara serius didorong dan dikembangkan oleh Pemprov DKI adalah wisata medis. Wisata medis ini kami lihat sebagai salah satu upaya untuk menjadikan Jakarta tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga dikembangkan menjadi tujuan wisata kesehatan dan pengobatan bagi warga negara asing maupun domestik," sambung Ani.
Ani juga menyoroti Jakarta punya potensi yang besar, karena jumlah tempat tidur RS di Jakarta memiliki rasio 2,6 per 1.000 penduduk, melampaui standar WHO yakni 1 per 1.000 penduduk. Ditambah dari segi sistem layanan menunjukkan 98 persen warga DKI sudah memiliki asuransi JKN BPJS.
Dari potensi DKI yang besar itulah Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah DKI Jakarta, dr. Yanuar Jak, Sp.OG, MARS, PhD mengatakan sangat penting mensosialisasikan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi.
Baca Juga: Prof. Nila Moeloek: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman untuk Kesehatan Mental Remaja
Ini sebabnya seminar dan workshop yang dihadiri lebih dari 350 peserta dari kalangan pimpinan dan manajemen rumah sakit (RS) anggota, asosiasi, Kepala Dinas Kesehatan dan Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta digelar dengan tema 'Mewujudkan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi dengan Membangun Pelayanan Prioritas yang Bermutu'.
Apalagi kata dr. Yanuar, pada 1 Juli 2025 mendatang UU Nomor 17 Tahun 2023 bakal diberlakukan. Sehingga rumah sakit harus sangat memahami isu-isu terkini, regulasi, dan standar terbaru terkait RS.
"Tema yang diangkat merupakan update berbagai regulasi, termasuk ketentuan tentang Rumah Sakit Berbasis Kompetensi yang merupakan amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2025. Seminar ini merupakan bentuk dukungan kami untuk menguatkan manajemen RS untuk lebih bersiap," jelas dr. Yanuar.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Sunarto menjelaskan nantinya akan ada klasifikasi RS berdasarkan 24 kelompok kemampuan layanan.
“RS bisa memilih layanan unggulan itu, bisa beberapa atau semua, dengan tingkatan mulai pratama, madya, hingga paripurna. Saat ini kami sedang melakukan pemetaan dan tentunya ini juga akan berdampak pada sistem tarif BPJS Kesehatan,“ kata Sunarto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens