Suara.com - Publik baru-baru ini dibuat heboh dengan pernyataan politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi perihal ijazah mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi yang dicetak di kawasan Pasar Pramuka pada 2012.
Alhasil, lokasi Pasar Pramuka yang terletak di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, menjadi perbincangan. Bahkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo sempat mengunjungi Pasar Pramuka untuk melihat kondisinya saat ini.
Terbaru, Rismon Hasiholan Sianipar membagikan video yang merekam kesaksian calo di Pasar Pramuka Pojok perihal pembuatan dokumen palsu.
Wawancara tersebut dilakukan secara singkat dan tayang di kanal YouTube Balige Academy pada 3 Juli 2025 dengan judul "Kesaksian Calo Pasar Pojok Pramuka Dokumen Palsu".
Rismon Sianipar mengobrol dengan narasumber yang sebelumnya pernah mengurus dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok.
"Bisa dijelaskan sedikit tentang bagaimana dokumen-dokumen palsu itu dibuat di sekitar Pojok Pramuka?" tanya Rismon Sianipar kepada seorang lelaki dengan inisial GNT.
Pria tersebut lalu menceritakan salah satu pengalamannya ketika ia membantu membuat visa Australia untuk seseorang yang ingin bepergian ke luar negeri. Ia menjelaskan alur pembuatan dokumen palsu tersebut.
Menurut pernyataannya, ia hanya membutuhkan foto klien, di mana foto tersebut digunakan untuk membuat KTP palsu, Kartu Keluarga palsu, dan akta kelahiran palsu sebagai syarat pembuatan paspor.
Selain akta lahir, GNT juga mengatakan ijazah juga bisa digunakan untuk membuat paspor. Namun kala itu, biaya pembuatan ijazah palsu lebih mahal daripada akta kelahiran.
Baca Juga: Jokowi Didesak Minta Maaf dan Tarik Mundur Gibran dari Kursi Wapres
"Saya dulu bikin dokumen palsu itu dari orang yang mau bikin visa Australia atau visa Taiwan. Orang hanya menyerahkan foto ke saya. Foto itu saya bawa ke Pasar Pramuka, saya bikinlah KTP dulu. KTP sama KK. Setelah itu, saya bikin akta lahir. Karena kalau kita mau bikin paspor, syaratnya tiga (yaitu) KTP, KK, akta lahir, kalau enggak ijazah. Karena ijazah itu terlalu mahal, akta itu kan murah, waktu itu cuma 50 ribu atau 100 ribu. Makanya saya bikin akta lahir," ucap GNT.
GNT mengaku bahwa ia menjalankan bisnis calo tersebut pada tahun 1990 hingga 2001. Setelah berhasil membuat dokumen penting yang dibutuhkan, ia lantas membawanya ke imigrasi Jakarta Timur.
"Saya sebagai penghubung. Jadi nanti saya yang bikin ke Pasar Pramuka, tetapi setelah dokumen palsu itu jadi, saya bikin paspor asli ke imigrasi Jakarta Timur," tambah GNT lagi.
Jalur yang harus ditempuh selanjutnya setelah ia berhasil mengantongi paspor asli dari imigrasi adalah membuat surat pengantar atau sponsor dari instansi apapun. Pria tersebut mengaku bahwa para pemilik kios di Pasar Pramuka memiliki blangko dari semua universitas di Indonesia bahkan di luar negeri.
"Setelah paspor asli keluar, saya bikin lagi visa itu orang mau kemana. Nanti ada surat pengantar atau sponsor lah dari universitas mana. Jadi, dulu saya punya blangko dari universitas seluruh Indonesia, Trisakti, UGM, UI, Unpad, sama stempelnya," sambung GNT.
Tak berhenti sampai di sana, pria itu juga mengaku membuat rekening koran palsu di Pasar Pramuka yang akan diserahkan ke kedutaan terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kejagung Tegaskan Siap Laksanakan
-
Jawaban Dasco Setelah Dengarkan Curhat Pilu Bupati Aceh Utara Ayahwa
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran