Pengalaman buruk itu justru dialami oleh porter Agam sendiri, yang jatuh saat hendak mengantar makanan untuk Agam ke atas.
“Porter saya malah yang pernah jatuh ke jurang, untung ada nanas 2 di dalam tas yang dibawanya, itu nanas yang melindungi kepalanya, kalau tidak ada nanas pecah kepalanya,” urainya.
“Sekarang Alhamdulillah dia bisa Kembali normal jadi porter,” tambahnya.
Berprofresi menjadi seorang pemandu para pendaki adalah tantangan tersendiri bagi Agam.
Meskipun sudah puluhan tahun, sampai saat ini Agam mengakui masih sering merasa takut lantaran bertanggung jawab atas nyawa tamunya.
“Kalau ada tamu jantungku gini terus bang (deg degan) karena takut bawa nyawa orang. Minimal dia tidak jatuh ke jurang, kalau jatuh terpeleset kan biasa ya, jangan sampai mati, kita yang dikejar polisi,” akunya.
Meskipun sudah pernah berjanji dengan dirinya sendiri untuk tidak turun lagi, namun sosok Juliana Marins yang membutuhkan pertolongan itu kembali mengetuk hati Agam.
“Saya kadang juga kepikiran wah berani sekali diriku, padahal saya udah janji sama diri sendiri nggak bakal mau lagi turun, tapi kemarin wah kenapa tiba-tiba saya turun lagi ini,” ujar Agam.
“Saya lihatnya pokoknya harus kubantu aja orang ini, kasihan dia,” sambungnya.
Baca Juga: Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!
Agam merasa bahwa hidupnya selama ini sudah banyak mendapat pertolongan dari orang lain, sehingga ia ingin membalasnya dengan terus berbuat baik.
“Saya dulu sering dibantu sama orang, dibayari sekolah, dibantu keliling Indonesia. Saya memang tidak bisa menolong balik orang itu, tapi kalau ada orang lain butuh bantuan kenapa tidak kubantu selama saya masih bisa bantu,” urainya.
“Ku pikir berbuat baik saja dulu, mau itu ada balasannya atau tidak terserah di belakang, yang penting bantu dulu,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global