Suara.com - Jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins akhirnya dimakamkan pada Jumat (4/7/25) sore waktu setempat.
Juliana Marins dimakamkan di pemakaman Parque da Colina de Pendotiba, Niteroi, Brasil.
Perempuan berusia 26 tahun ini tewas setelah terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Meninggal dunia saat tengah menggeluti hobinya ini membuat warga Brasil bersimpati pada Juliana Marins.
Banyak yang berdatangan saat pemakaman Juliana Marins untuk sekedar memberi ucapan selamat tinggal.
Simpati warga Brasil dan pemerintah setempat tidak hanya berhenti disitu saja, mereka juga mengabadikan nama Juliana de Souza Pereira Marins.
Nama Juliana diabadikan sebagai nama jalur pendakian dan titik pandang (mirante) di Kawasan Wisata Praia do Sossego, kota asalnya.
Pemerintah Kota Niteroi, dibawah pimpinan Wali Kota Rodrigo Neves (PDT), resmi menetapkan nama Trilha Juliana Marins dan Mirante Juliana Marins sebagai penghormatan atas kecintaan Juliana pada tempat tersebut.
Peresmian ini rencananya akan dilakukan pada Selasa, 8 Juli 2025, dengan ditandai pemasangan plakat di Lokasi.
Baca Juga: Kematian Juliana Marins di Rinjani Dibahas dalam Ujian Dubes Brasil di DPR?
Kronologi Kematian Juliana Marins
Juliana Marins diketahui terjatuh Ketika sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Juliana diperkirakan terjatuh di area pendakian pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Jasad Juliana berhasil ditemukan oleh tim search and rescue (SAR) di kedalaman 600 meter pada Selasa, 24 Juni 2025.
Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, jenazah Juliana Marins ditemukan di kedalaman jurang sekitar pukul 18.00 WITA.
Di awal pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan pada korban.
Menurut dugaan, Juliana Ketika itu terjatuh dari tebing tinggi dan terhempas ke dalam jurang yang penuh batu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara