Suara.com - Kabar baik datang untuk puluhan ribu warga Makassar. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), membawa angin segar dengan program pembebasan iuran sampah.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 62.538 Kepala Keluarga (KK) telah terdata sebagai calon penerima manfaat.
Program ini merupakan realisasi dari janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.
Tujuannya mulia meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Sekaligus mengajak semua pihak lebih peduli pada kebersihan lingkungan.
Siapa Saja yang Berhak?
Tentu tidak semua warga mendapatkannya. Agar tepat sasaran, Pemkot Makassar telah menetapkan kriteria yang jelas berdasarkan data yang sudah divalidasi.
Berikut adalah syarat utamanya:
- Pengguna Listrik Subsidi: Calon penerima adalah rumah tangga yang menggunakan listrik daya 450 VA hingga 900 VA subsidi.
- Status Ekonomi: Diprioritaskan bagi keluarga yang tergolong miskin atau rentan miskin.
Baca Juga: Bima Arya Blak-blakan: Strategi Penanganan Sampah Plastik Kepala Daerah Banyak yang Latah
- Basis Data: Pendataan dilakukan berdasarkan nama pemilik meteran listrik.
Jadi, meskipun dalam satu rumah ada beberapa keluarga, yang dihitung sebagai penerima adalah keluarga yang namanya tertera sebagai pemilik meteran.
Uji Coba Mulai Juli 2025
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa program ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 13 Tahun 2025.
Saat ini, DLH bersama para camat dan tim ahli tengah mematangkan persiapannya.
"Kebijakan ini adalah prioritas. Data 62.538 KK sudah kami paparkan dalam rapat koordinasi. Kita upayakan penerapan uji coba bisa dimulai Juli ini," ujar Helmy usai rapat di Kantor DLH, Senin (7/7/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban
-
Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
-
Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel