Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong pemerintah provinsi menyusun kebijakan afirmatif bagi pasangan yang tengah berjuang memiliki anak atau dikenal sebagai pejuang garis dua.
Wibi menyoroti bahwa infertilitas telah menjadi isu nyata di tengah masyarakat urban seperti Jakarta, namun belum ada kebijakan yang secara spesifik berpihak pada kelompok ini.
“Permasalahan infertilitas kini menjadi isu yang nyata di tengah masyarakat urban seperti Jakarta. Data menunjukkan bahwa sekitar 12–15 persen pasangan usia subur di Indonesia mengalami kesulitan memiliki anak, namun belum ada kebijakan nasional yang secara spesifik berpihak pada pejuang garis dua,” ujar Wibi kepada wartawan, Senin (7/7/2025).
Ia menilai, DKI Jakarta bisa menjadi pelopor kebijakan yang lebih manusiawi, mengingat sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura sudah lebih dulu bergerak dengan dukungan nyata dari negara.
“Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura telah menunjukkan komitmennya melalui subsidi finansial, cuti fertilitas, hingga layanan konseling kesuburan secara menyeluruh,” lanjutnya.
Politikus Partai NasDem itu Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara dan barometer kebijakan nasional, harus berani menjadi pelopor dalam kebijakan yang berpihak pada warganya.
Wibi mengusulkan agar Pemprov DKI menyediakan subsidi parsial bagi pasangan berpenghasilan rendah hingga menengah untuk menjalani prosedur fertilitas seperti inseminasi buatan atau bayi tabung di RSUD kelas A dan B.
Ia juga mendorong agar layanan pemeriksaan hormon, USG, dan edukasi fertilitas bisa diakses secara gratis atau dengan biaya sangat terjangkau di puskesmas.
"Subsidi Program Fertilitas di RSUD, berupa pembiayaan parsial untuk inseminasi buatan atau bayi tabung di RSUD kelas A dan B, dengan prioritas bagi warga ber-KTP DKI yang berpenghasilan rendah-menengah," ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Provinsi DKI Beri Perhatian Khusus terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Posyandu Lansia
Politisi Partai NasDem itu menekankan pentingnya layanan konseling bagi pasangan yang sedang berjuang dengan tekanan mental akibat infertilitas.
Menurutnya, fasilitas seperti ini seharusnya tersedia di puskesmas maupun RSUD, dengan kolaborasi antara psikolog, tenaga medis, dan komunitas.
Tak hanya layanan kesehatan, Wibi juga menyarankan adanya regulasi cuti fertilitas dalam sistem ketenagakerjaan daerah, terutama untuk ASN dan pegawai BUMD.
Cuti ini diberikan bagi mereka yang harus menjalani prosedur medis, tanpa mengurangi hak cuti lainnya.
“Padahal isu ini bukan hanya tentang keinginan memiliki anak, tetapi menyangkut kesehatan reproduksi, keadilan sosial, dan hak dasar setiap keluarga,” ujar Wibi menegaskan.
Lebih lanjut, ia pun berharap Jakarta bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menunjukkan kepedulian terhadap pejuang garis dua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya