Suara.com - Sebuah video berdurasi 15 menit 38 detik tengah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan forum politik nasional.
Video tersebut memuat cuplikan wawancara eksklusif dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)—kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Dalam video itu, sejak menit-menit awal, Ahok langsung menyoroti potensi penyalahgunaan kekuasaan dalam implementasi RUU Perampasan Aset, khususnya jika proses penyitaan tidak dikawal secara transparan dan akuntabel.
Ahok mengungkap kekhawatirannya bahwa tanpa sistem pengawasan yang kuat dan terbuka, aset yang seharusnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat bisa saja menjadi lahan bancakan baru bagi oknum-oknum berkuasa.
Pada bagian akhir video, Ahok kembali menegaskan bahwa kritiknya bukan berarti ia membela koruptor.
Sebaliknya, ia justru ingin memastikan bahwa setiap kebijakan antikorupsi berjalan secara adil, transparan, dan tidak memberi peluang bagi mafia hukum maupun pejabat rakus.
Baginya, reformasi hukum seharusnya menciptakan sistem yang membuat korupsi mustahil dilakukan—bukan sekadar memindahkan akses terhadap kekayaan dari satu tangan ke tangan lainnya yang sama kotor.
Namun setelah dilakukan penelusuran, Turn Back Hoax lalu memasukkan kata kunci “jual pulau diusut KPK” ke mesin pencari Google.
Tidak ada laporan resmi mengenai hal tersebut.
Baca Juga: Eks Penyidik Desak KPK Dalami Surat Sakti Istri Menteri UMKM: Agar Jelas dan Terang Benderang
Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan berikut: “Aparat Hukum Diminta Usut Tuntas Kasus Penjualan Pulau di Situs Online” yang tayang Rabu (25/6/2025).
TurnBackHoax juga memasukkan kata kunci “korupsi Indosat diusut KPK” ke mesin pencari Google. Penelusuran teratas mengarah ke sejumlah pemberitaan tahun 2022.
Kesimpulan:
Unggahan berisi klaim “Megawati menjerit karena skandal korupsi Indosat dan penjualan pulau diusut KPK” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Berita Terkait
-
Eks Penyidik Desak KPK Dalami Surat Sakti Istri Menteri UMKM: Agar Jelas dan Terang Benderang
-
CEK FAKTA: Mulan Jameela Sindir Balik Maia Estianty, Benarkah?
-
KPK Memantau, Istri Menteri UMKM Terancam 'Diseret' ke Gedung Merah Putih Buntut Surat Sakti Eropa
-
KPK Incar Istri Menteri UMKM? Buntut Surat Minta Dukungan 'Misi Budaya' di Eropa
-
3 Pemain Top yang Jadi Rekan Megawati Hangestri di Klub Turki Manisa BBSK
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab