Dalam rekaman kamera pemantau atau CCTV terlihat momen terakhir Arya yang masuk ke dalam kamar indekosnya pada Senin malam sebelum ditemukan tewas pada Selasa pagi,.
4. Proses Pendobrakan Pintu oleh Penjaga Kos
Setelah menerima telepon dari istri korban, penjaga kos bersama seorang pria lain mencoba memeriksa kamar Arya. Rekaman CCTV pada Selasa pagi pukul 07.40 WIB menunjukkan kepanikan mereka. Keduanya mencoba menelepon dan menggedor pintu, namun tidak ada jawaban.
Penjaga kos sempat berusaha membuka pintu menggunakan kunci cadangan tetapi gagal.
Karena korban tak kunjung menjawab, salah satu pria yang diduga penjaga indekos berusaha membuka kamar menggunakan kunci cadangan. Namun tak berhasil, hingga akhirnya mencongkel jendela lalu membuka pintu dari dalam kamar.
5. Olah TKP Ulang dan Pemeriksaan Saksi Intensif
Untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat, polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan pada hari Rabu. Tim Puslabfor Mabes Polri juga diturunkan untuk membantu penyelidikan. "Kita sudah melakukan olah TKP, kemudian untuk lebih memantapkan lagi, olah TKP barusan tadi dari tim Pusiden Mabes Polri ikut membantu kita untuk membuat lebih terang," ujar Kompol Sigit Karyono.
Hingga kini, polisi telah memeriksa lima orang saksi kunci, yang terdiri dari istri korban, penjaga kos, tetangga kos, dan rekan kerja korban, untuk mengumpulkan keterangan yang dapat mengarah pada titik terang kasus ini.
Baca Juga: Terekam CCTV, Polisi Ungkap Fakta di Balik Gerak-gerik Mencurigakan Penjaga Indekos Arya Daru
Tag
Berita Terkait
-
Terekam CCTV, Polisi Ungkap Fakta di Balik Gerak-gerik Mencurigakan Penjaga Indekos Arya Daru
-
Video CCTV Terbaru, Penjaga Kos Dua Kali Intip Kamar Arya Daru di Jam Berbeda
-
Rekaman CCTV Ungkap Fakta Baru Kematian Diplomat Kemlu: Penjaga Kos Sempat Mengintip Kamar Korban
-
Baskara Putra Komentari Kasus 2 ASN yang Tewas Mengenaskan, Begini Katanya
-
Misteri Lakban di Kasus Diplomat Kemlu Simbol Pembungkaman? Eks Kabareskrim Bilang Begini
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar