Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat, selama satu pekan. Pramono berangkat sejak Minggu, 13 Juli 2025 dan direncanakan kembali ke Tanah Air pada 20 Juli.
Meski berada ribuan kilometer dari Jakarta, aktivitas pemerintahan tetap berjalan. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengatakan bahwa Pramono tetap memantau jalannya roda pemerintahan di ibu kota.
"Bapak tetap menerima laporan dari Jakarta, tetap menjalankan pekerjaannya. Dalam perjalananya ke luar negeri juga kan sedang melakukan pekerjaan dinas," kata Chico kepada wartawan, Senin (14/7/2025).
Dalam lawatan itu, Pramono didampingi oleh sejumlah pejabat, yakni Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Marulina Dewi, serta tim protokoler dan pengamanan.
Menurut Chico, kunjungan ke New York bukan sekadar seremoni. Pramono dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan penting berskala global, termasuk forum para pemimpin kota dunia.
"Di puncak acara ada pertemuan dengan wali kota seluruh dunia. Walau gubernur, Jakarta tetap kota," ujar Chico.
Setibanya di New York, Pramono dijadwalkan membuka rangkaian kegiatan dengan menghadiri High Level Political Forum (HLPF) di markas besar PBB. Forum ini membahas agenda pembangunan berkelanjutan menuju 2030.
Kemudian pada Selasa, 15 Juli, Pramono bakal bertemu diaspora Indonesia dan mahasiswa di KJRI New York. Setelah itu, ia direncanakan bertatap muka dengan Michael Bloomberg, tokoh bisnis dan filantropis yang juga aktif dalam program penanganan krisis iklim lewat jaringan C40 Cities.
Keesokan harinya pada Rabu, 16 Juli, giliran Local and Regional Governments Forum yang akan dihadiri Pramono. Di sela forum, dijadwalkan pula pertemuan bilateral dengan Wakil Wali Kota Buenos Aires, Clara Muzzio, dan Wali Kota Heidelberg, Eckart Würzner.
Baca Juga: Fakta di Balik Pidato Tanpa Tegur Sapa Pramono Anung dan Dedi Mulyadi, Benarkah Perang Dingin?
Masih di hari yang sama, Pramono akan meninjau pengelolaan Central Park untuk menggali sistem pembiayaan dan perawatan taman kota ikonik tersebut.
Agenda padat berlanjut pada Kamis, 17 Juli, dengan pertemuan bersama Wali Kota New York, Eric Adams, sekaligus penandatanganan Letter of Intent antara Pemprov DKI Jakarta dan New York City.
Pramono juga dijadwalkan bertemu jajaran New York Metropolitan Transportation Authority (MTA) guna membahas sistem transportasi umum dan pengembangan Transit Oriented Development (TOD).
Jumat, 18 Juli, Pramono akan berkunjung ke markas besar PBB untuk studi banding, lalu beranjak ke Islamic Cultural Center of New York (ICCNY) dan melaksanakan Salat Jumat bersama komunitas Muslim setempat.
Jika tidak ada perubahan, Pramono akan meninggalkan New York pada 19 Juli dan tiba di Jakarta sehari setelahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari