Suara.com - Baru-baru ini, video sekelompok orang yang melakukan ritual dengan pakaian serba putih di puncak Gunung Lawu viral dan menarik perhatian publik.
Dalam video berdurasi 23 detik itu terlihat orang-orang mengenakan pakaian serba putih duduk dan menggerakkan badannya ke kanan dan kekiri, layaknya orang yang tengah berzikir.
Mereka juga lantas berdiri dan mengelilingi tugu di puncak Gunung Lawu, seperti orang tengah melakukan tawaf.
Mereka mengelilingi puncak Gunung Lawu, yang tengahnya berdiri seperti tugu berbentuk persegi empat, dengan bagian atasnya berwarna tampak runcing dan berwarna putih.
Semetara orang yang mengambil video tersebut adalah pendaki, dan dia bersama beberapa orang temannya merasa bingung dengan kegiatan tersebut.
Mengenai video viral tersebut sudah ditanggapi oleh Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi.
Menurut Mulyadi yang mengutip dari Beritajatim.com, aktivitas itu bukan berasal dari aliran sesat.
"Kami setelah melihat video-video yang viral di media sosial, langsung melakukan penelusuran. Ternyata ada kelompok sekitar 100 orang yang naik ke Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu untuk melakukan ritual," kata Mulyadi, Senin (14/7/2025).
Menurut Mulyadi, kegiatan tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Rohmat yang berdomisili di Desa Sambungganggi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Purwodadi.
Baca Juga: 5 Tempat Pesugihan yang Paling Terkenal di Pulau Jawa: Gunung hingga Pantai
"Mereka berasal dari kelompok Nahdlatul Ulama (NU) di Purwodadi. Berdasarkan pengakuan Pak Rohmat, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk ziarah dan tawasul kepada Sunan Gunung Lawu. Bacaan-bacaan doanya juga tidak menyimpang dari ajaran Islam," ujar Mulyadi.
Menurutnya, ritual itu telah dilaksanakan selama 14 tahun berturut-turut, tepatnya setiap hari Jumat setelah tanggal 11 Syuro.
Mereka naik ke puncak sejak Kamis pagi dan bermalam di atas. Pada Jumat menjelang salat Jumat, mereka melakukan doa bersama, kemudian dilanjutkan salat Jumat karena jumlah jamaah mencukupi.
Fenomena ini sekali lagi menyorot status Gunung Lawu bukan hanya sebagai destinasi pendakian, tetapi juga sebagai pusat kegiatan spiritual yang kental dengan aura mistis dan tradisi kuno yang telah berakar selama berabad-abad di tanah Jawa.
Gunung Lawu, yang menjulang di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, telah lama dianggap sebagai tempat sakral.
Jauh sebelum menjadi tujuan populer bagi para pendaki, gunung ini merupakan pusat penting bagi praktik keagamaan dan spiritual.
Berita Terkait
-
5 Tempat Pesugihan yang Paling Terkenal di Pulau Jawa: Gunung hingga Pantai
-
6 Fakta Meninggalnya Mbok Yem Gunung Lawu: Pneumonia hingga Wasiat Terakhir
-
Dunia Pendakian Kehilangan Mbok Yem: Ini 5 Menu Andalan Warung Legendaris di Puncak Lawu
-
Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus
-
Profil Mbok Yem: Pemilik Warung Puncak Gunung Lawu Meninggal, Pendaki Kenang Menu Pelipur Lara
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas