Sebagai seorang pakar yang telah menangani banyak kasus, Kirdi mengakui bahwa metode ini sangat unik dan mencurigakan.
Ia menyatakan belum pernah menemukan kasus bunuh diri dengan modus operandi seperti ini.
"Belum ada kasus bunuh diri dengan melakban wajah," ungkapnya. Ketiadaan preseden ini menambah daftar panjang keanehan dalam kasus kematian sang diplomat muda, membuat dugaan adanya keterlibatan pihak lain semakin kuat.
4. Pentingnya Analisis Pola Kebiasaan
Kirdi menekankan pentingnya bagi penyidik untuk melihat pola kebiasaan korban. Manusia adalah makhluk yang hidup dengan pola. Perubahan drastis dari pola inilah yang sering menjadi petunjuk adanya masalah.
"Harus mengingat kebiasaan korban setiap hari," kata Kirdi.
Apakah ada perubahan dalam rutinitas komunikasinya dengan istri atau keluarga? Apakah ada ketakutan atau ancaman yang pernah ia ceritakan? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini berada di tangan orang-orang terdekat korban.
5. Potensi "Bocoran" atau Keluhan yang Terabaikan
Orang dengan niat bunuh diri, menurut Kirdi, biasanya memberikan "bocoran-bocoran kecil" kepada orang terdekatnya, meski sering kali tidak disadari.
Baca Juga: Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru
"Ada bocoran-bocoran yang biasanya disempilkan ke orang-orang terdekatnya," ujarnya.
Polisi perlu menggali lebih dalam dari istri dan kerabat dekat, apakah ada pesan-pesan tersirat, keluhan, atau curahan hati yang tidak biasa dari Arya Daru beberapa waktu sebelum kejadian nahas tersebut. Informasi ini sangat krusial untuk membedakan antara depresi yang mengarah pada bunuh diri atau ketakutan akibat ancaman dari pihak lain.
Berita Terkait
-
Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru
-
Kronologi Jam per Jam Sebelum Arya Daru Tewas: Mengapa Istri Meminta Penjaga Kos Cek Kamar?
-
Peran Orang Dekat dalam Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Ini Kata Ahli Kriminologi
-
Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya
-
Eks Wabareskrim: Periksa Arya Daru Pangayunan Kidal Atau Tidak!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang