Di sisi lain, Koordinator Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin, memandang isu ini dari perspektif hukum.
Ia mempertanyakan sikap Jokowi yang tidak segera menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik. Menurutnya, keengganan ini justru menjadi tindakan yang men-downgrade citra Jokowi sendiri.
Khozinudin juga menyoroti perkembangan proses hukum terkait laporan yang dibuat oleh pihak Jokowi.
Awalnya, hanya beberapa orang yang dilaporkan, namun kini jumlah terlapor semakin banyak, termasuk nama-nama seperti Abraham Samad dan Eggi Sudjana.
"Justru terlapornya makin banyak. Lah, kami mendapat pesan dari laporan itu, 'Oh, ini Saudara Jokowi mau perang bubat ini, mau perang semesta'," ungkapnya, menyiratkan bahwa langkah hukum tersebut justru memperluas konflik.
Terlepas dari perdebatan tersebut, satu hal yang disepakati adalah isu ini memiliki dimensi politik yang kuat.
Apakah ini murni serangan untuk delegitimasi atau sebuah strategi cerdas untuk mengelola popularitas?
Publik akan melihat dampaknya seiring berjalannya waktu dan proses hukum yang sedang bergulir.
Baca Juga: Minta Usut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Eks Danjen Kopassus Soenarko: Saya Siap Mati Demi Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun