Suara.com - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan Deklarasi Makarti sebagai komitmen antikorupsi di lembaga yang dipimpinnya.
Hal itu dia bacakan dan diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang hadir dalam acara Pencanangan Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2025dan Perancangan Pembangunan Zona Integritas Kementerian Transmigrasi.
“Kami, para pimpinan dan segenap pegawai Kementerian Transimigrasi,berkomitmen untuk satu, menegakkan integritas, moralitas, dan etika dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi,” kata Itfitah di Balai Makarti, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025).
Kemudian, para ASN Kementerian Transmigrasi yang serentak mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna biru mengikut perkataan Iftitah.
“Dua, membangun sistem kerja yang efektif dan efisien. Tiga, menyediakan pelayanan publik yang bersih, cepat dan bebas penghutan liar,” ujar Iftitah.
“Lima, menjadi teladan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,” tambah dia.
Kemudian, acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Makarti oleh menteri dan jajaran menteri.
Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Kementerian PANRB Erwan Agus Purwanto dan Direktur Monitoring KPK Aida Ratna Zulaiha.
Pada kesempatan yang sama, Iftitah juga menyampaikan soal komitmennya untuk menyelenggarakan pemerintahan yang mengurus ketransmigrasian secara bersih, bebas korupsi, dan berintegritas.
Baca Juga: Menteri Transmigrasi Tebar Janji Manis Tuntaskan Masalah Lahan
Menurut dia, pemerintahan antikorupsi tidak hanya menindak pelanggaran yang terjadi, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan.
“Ini ada dua, pertama membangun sistem, kemudian yang kedua membangun kesadaran,” ucap Iftitah.
“Membangun kesadaran ini juga bisa dengan pendidikan, sosialisasi seperti ini, juga pengawasan yang melekat,” tandas dia.
Gencar Ditolak, Kenapa Pemerintah Ngotot Hidupkan Lagi Transmigrasi dengan Dana Triliunan?
Ambisi pemerintah untuk menggalakkan kembali program transmigrasi kini didukung dengan anggaran fantastis. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui penambahan dana lebih dari Rp 1,7 triliun, membuat total anggaran Kementerian transmigrasi untuk tahun 2025 meroket menjadi Rp 1,89 triliun.
Namun, di saat yang sama, rencana program transmigrasi ini justru dijawab dengan gelombang penolakan keras, terutama dari Kalimantan yang menjadi salah satu target utama.
Berita Terkait
-
Ternyata, Jokowi Lebih Mudah Bertemu Ormas Dibanding Pimpinan KPK
-
Antar Istri ke Amerika Serikat Pakai Jet Pribadi, Kaesang Pangarep Siap-siap Dapat 'Surat Cinta' dari KPK
-
Sejumlah Aktivis Antikorupsi Sambangi KPK, Bahas Reinkarnasi Nepotisme Di Istana Hingga Blok Medan
-
KPK Datangi Kantor Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Ada Apa?
-
Pendidikan Antikorupsi Penting untuk Lahirkan Generasi Masa Depan dan SDM Berkualitas
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji