Suara.com - Sebuah program terobosan bernama Sekolah Rakyat (SR) sudah resmi dimulai, membawa harapan baru bagi pendidikan inklusif di Indonesia.
Namun, baru seumur jagung, program ini sudah dihadapkan pada kendala fundamental yang seolah menjadi lagu lama di dunia pendidikan kita: kekurangan guru.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, secara terbuka mengakui tantangan ini.
"Ya sedang diusahakan [memenuhi kebutuhan guru di SR]. Ada kekurangan guru, misalnya ada guru yang mengundurkan diri," ungkapnya di UGM, Kamis (17/7/2025).
"Alasan pengunduran diri tersebut? Salah satunya, Karena jauh dari tempat tinggalnya, ya kita maklumi," tambah Gus Ipul.
Pernyataan ini, meski lugas, membuka kotak pandora yang lebih besar.
Masalahnya bukan sekadar "jarak", melainkan potret buram dari isu menahun yang tak kunjung usai: kesejahteraan guru.
Puncak Gunung Es dari Masalah Kesejahteraan
Kasus guru yang mundur dari Sekolah Rakyat karena lokasi yang jauh adalah sebuah gejala.
Baca Juga: BSU 2025 Cair Rp600 Ribu, Cek Statusmu Sekarang! Jangan Sampai Ketinggalan Info Penting Ini
Akarnya jauh lebih dalam. Ini adalah cerminan dari sebuah sistem yang belum sepenuhnya mampu memberikan jaminan kesejahteraan, keamanan, dan dukungan yang layak bagi para pendidik, terutama mereka yang bersedia mengabdi di daerah terpencil.
Solusi yang ditawarkan pemerintah, yakni menggunakan daftar guru cadangan, memang bisa menjadi penambal sulam jangka pendek.
"Tetapi Dikdasmen dan kita punya cadangan sangat banyak guru," ujar Gus Ipul.
Namun, ini tidak menyelesaikan masalah utamanya.
Selama profesi guru belum dianggap sebagai sebuah panggilan yang didukung penuh oleh negara—baik dari segi finansial, fasilitas, maupun jenjang karier—maka "krisis guru" akan terus berulang di setiap program baru.
Ironi Nasib Guru Honorer dan Jalan Terjal Menuju PPPK
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
Suami Wamendikti Stella Christie Kecelakaan Ski di AS, Alami Cedera Berat dan Dirawat di ICU
-
PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi
-
Transjakarta Perpanjang Rute 2B Harapan Indah - Pulo Gadung, Tambah Tiga Halte Baru
-
Perkuat Human Capital, Mendagri Tito Minta Daerah Manfaatkan Program Prioritas Nasional
-
Resmikan Kantor PPID, Mendagri: Peluang Pasarkan Produk Kerajinan Daerah
-
Tumpahan Tanah Tutupi Jalan, Lalu Lintas Simpang Lima Senen Macet Parah
-
Tutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri Ajak Kepala Daerah Atasi Persoalan Bangsa
-
Oase di Lorong 103 Timur Koja: Tentang Ikan, Sampah, dan Rezeki yang Hanyut
-
Prabowo Ajak Universitas Inggris Bangun 10 Kampus Baru Berstandar Internasional di Indonesia
-
Bertemu PM Inggris, Prabowo Sepakati Kemitraan Strategis Baru Bidang Maritim dan Ekonomi