Prabowo sebagai Presiden RI dianggap masih saja bergantung pada Jokowi.
"Tenang hati melihat mereka tidak seperti yang dianalisa para pengamat. Pecah kongsi dan lain sebagainya," kata netizen.
"Hebat sekali pak Prabowo, rendah hati, dia presiden tetap mau datang dan menghormati pak Jokowi. Kedua orang ini memang luar biasa," kata netizen lain.
"Ngapain sih Pak masih harus lapor lapor hasil kunjungan? Bapak kan bukan menhan lagi," celetuk netizen.
"Indonesia aja udah merdeka pak, kok bapak masih dijajah mantan," celetuk netizen menyindir.
"Kalau sudah begini, persepsi masyarakat bisa dibenarkan adanya Matahari Kembar. Untuk apa Bapak Presiden @prabowo melapor ke Jokowi, lebih baik melaporkan ke Rakyat Indonesia atau melalui DPR RI memberitahukan hasil kunjungan-kunjungan ke beberapa negara selama ini," komentar netizen lainnya.
Hubungan Prabowo dan Jokowi di Dunia Politik
Hubungan Prabowo dan Jokowi telah melalui transformasi dramatis, berevolusi dari persaingan sengit yang membelah bangsa menjadi sebuah kemitraan strategis yang menentukan arah kepemimpinan nasional.
Puncaknya adalah kemenangan Prabowo Subianto bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dalam Pilpres 2024, sebuah anomali politik yang tak terbayangkan sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Jaksa Agung Seret Pengusaha Nakal Pengoplos Beras
Panggung politik nasional pada tahun 2014 dan 2019 menjadi saksi bisu betapa kerasnya persaingan antara Prabowo dan Jokowi.
Keduanya adalah rival utama dalam dua kontestasi pemilihan presiden yang berlangsung sengit dan memicu polarisasi tajam di tengah masyarakat.
Kampanye yang emosional, perang narasi di media sosial, dan mobilisasi pendukung fanatik menjadi pemandangan sehari-hari.
Pada dua pemilu tersebut, Prabowo Subianto menjadi penantang utama Jokowi.
Persaingan ini bukan hanya soal adu visi dan program, tetapi menjelma menjadi pertarungan ideologis yang menguras energi bangsa. Ketegangan bahkan berlanjut hingga ke ranah hukum melalui sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Rivalitas ini menciptakan dua kubu yang seolah tak terdamaikan, membelah pertemanan dan bahkan keluarga karena perbedaan pilihan politik.
Setelah Pilpres 2019 usai, Jokowi, sebagai pemenang, mengambil langkah politik yang sangat mengejutkan.
Dia mengulurkan tangan kepada rival terberatnya dan mengajak Prabowo Subianto untuk bergabung dalam kabinet pemerintahannya.
Prabowo menerima tawaran tersebut dan resmi menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Momen ini menjadi titik balik fundamental dalam hubungan keduanya, mengubah status dari lawan menjadi kawan dalam pemerintahan.
Meskipun menjadi rival selama hampir 10 tahun, Prabowo menegaskan bahwa hubungan personalnya dengan Jokowi tetap baik.
Prabowo menjadi salah satu pembantu presiden yang paling loyal.
Kedekatan dan kerja sama yang terjalin di dalam pemerintahan perlahan tapi pasti mengubah dinamika politik nasional.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Rakyat Ditikam, Prabowo Nyatakan Perang Lawan Mafia Beras yang Rugikan Negara Rp100 Triliun
-
Prabowo: Target Investasi 2025 Sudah Tercapai, Data Pengangguran dan Kemiskinan Absolut Turun?
-
Nostalgia dan Simbol Gajah: Kisah Emosional Prabowo di Balik Akronim PSI
-
Prabowo Singgung Istilah Serakahnomics karena Heran Lihat Maling Kekayaan Negara
-
Prabowo Sayang Gajah Tapi Bukan Berarti PSI Anak Emas
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan