Suara.com - Konten youtube Jurnalis senior, Hersubeno Arief “Off The Record FNN” yang berjudul “KDM Ngibul klaim gak tau tragedi di acara makan gratis Jejak digital gak bisa bohong” mendapat sorotan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi merasa bahwa kalimat “Ngibul” yang disematkan Hersubeno Arief pada dirinya sama sekali tidak benar.
Dalam konten yang diproduksi FNN tersebut, Hersubeno Arief mengungkapkan jika dirinya menangkap kesan di sosial media soal Dedi Mulyadi yang disebut “Buang Badan”.
“Ada Kesan ini yang saya tangkap ya kalau di sosial media muncul bahwa Dedi Mulyadi seolah-olah, kalau orang Medan menyebutnya ‘Buang Badan’, lepas tangan, karena dia seolah merasa tidak tahu, tapi kemudian fakta-fakta menunjukkan bahwa dia sejak awal mengetahui rencana itu gitu,” urai Hersubeno Arief.
Kalimat panjang yang diutarakan oleh Hersubeno Arief tersebut sedikit memantik emosi sang Gubernur.
“Pagi hari ini saya akan menyampaikan salam bagi sahabatku yang udah lama, udah tahunan nggak ketemu, yang memiliki channel Off the record FNN, yang nulis judul “Dedi Mulyadi Ngibul, Klaim tidak tahu acara makan gratis tewaskan 3 warga,” ujar Dedi.
Dedi menegaskan bahwa jejak digital yang ada tidak bisa dibantah dan dipungkiri.
Pihaknya mengaku acara yang diketahuinya yaitu acara kesenian pada Jumat, 18 Juli 2025 malam hari.
“Jejak digital nggak bisa dibantah, justru di jejak digital itu jelas lo bang, bahwa pada saat saya bicara dengan aa Maula di hari senin, 14 Juli 2025, disitu jelas, saya tanya acaranya tanggal berapa, tanggal 18, jam berapa? Jam 7 malam. Dimana? Di Halaman Alun-Alun Garut, Bahasa saya di lapangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo Beri Peringatan Keras ke Gubernur dan Bupati Bogor: Kalau Gak Beres, Hati-hati Kalian
“Nah jadi, memang saya tahunya acara itu malam, mangkanya ada kalimat ‘Makan sepuasnya, tertawa sepuasnya’. Artinya, kegiatan makan bakso, makan mie ayam, makan sate, makan seblak di konter-konter UMKM itu di halaman pinggir jalan, hadapan sama Balai Niskala,” sambungnya.
Sementara itu Dedi Mulyadi menegaskan jika peristiwa nahas yang terjadi adalah peristiwa di Pendopo pukul 13.00 siang.
“Jadi peristiwa yang kemarin terjadi itu adalah di dalam pendopo Jam 13.00 siang. Dari jejak itu jelas, bahwa pengetahuan saya tentang kegiatan itu adalah Hari Jumat, 18 Juli 2025 jam 7 malam di lapangan alun – alun Pemda Garut,” tegasnya.
Usai memberi penjelasan panjang dan lebar, Dedi sontak Kembali menegaskan pada Hersubeno Arief jika dirinya benar-benar tidak berbohong alias Ngibul.
“Nah ini buat abangku ya, jadi insyaAllah saya ini tidak ngibul, dan itu yang saya ketahui peristiwanya,” sebutnya.
Dedi kemudian berharap jika kedepannya sesama konten kreator harus lebih bijak dan menjunjung tinggi aspek-aspek objektivitas dalam setiap tayangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan