Ketajaman analisis Syahganda juga menyasar figur-figur menteri yang berpotensi dipertahankan atau masuk dalam kabinet baru. Ia tak ragu mengkritik menteri yang dianggap tidak kompeten atau bahkan terseret dalam isu hukum.
Salah satu yang disinggung adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi.
"Beberapa menteri dianggap tidak kompeten atau terlibat masalah, seperti Budi Arie yang disebut dalam persidangan terkait korupsi," kata Syahganda.
Menurutnya, keberadaan figur-figur semacam ini akan menjadi beban bagi Prabowo. Di sisi lain, Prabowo juga dihadapkan pada tantangan raksasa, yakni warisan dari pemerintahan sebelumnya yang ia sebut sebagai "Serakahnomics", sebuah kondisi yang digambarkan layaknya "air bah".
Meski demikian, Syahganda meyakini Prabowo bukanlah pemimpin yang buta terhadap kondisi di lapangan. Ia percaya Prabowo memahami denyut nadi kemarahan rakyat melalui pantauannya di media sosial.
"Prabowo diyakini mengetahui kondisi rakyat dari media sosial dan merupakan orang cerdas yang akan mencari jalan keluar," pungkasnya.
Pertanyaannya kini, mampukah Prabowo menerjemahkan pemahamannya menjadi sebuah aksi nyata dengan merombak kabinetnya secara drastis demi meredam potensi gejolak yang lebih besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat
-
Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan
-
Modus Transaksi di Kamar Hotel Tanah Abang Terbongkar! Dua Pria Diciduk saat Edarkan 3 Kg Ganja
-
Menanti Keputusan April, Akankah Stadion JIS Jadi Lokasi Konser Megah BTS?
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar