Ini adalah sebuah 'penyakit' yang bisa menginfeksi siapa saja, bahkan mereka yang awalnya masuk dengan niat tulus untuk mengabdi.
Mahfud menunjuk akar masalah lain yang tak kalah krusial, yaitu ketimpangan penguasaan kekayaan dan lahan yang menjadi lahan subur bagi praktik culas.
Lalu, apa obatnya? Mahfud MD menawarkan resep yang tegas dan tanpa kompromi. Ia tak bicara soal program pencegahan yang normatif, melainkan langsung ke jantung persoalan.
"Prioritas untuk menyelamatkan bangsa adalah menegakkan hukum dan keadilan," tegasnya.
Bagi Mahfud, pedang keadilan yang tajam dan tak pandang bulu adalah satu-satunya vaksin yang bisa menyelamatkan Indonesia.
Ini adalah sebuah penegasan bahwa tanpa penegakan hukum yang kokoh, semua program anti-korupsi hanya akan menjadi pajangan.
Kolaborasi pemikiran antara Slank sebagai representasi suara moral publik dan Mahfud MD sebagai ahli hukum tata negara menunjukkan satu benang merah yang jelas.
Perlawanan terhadap korupsi membutuhkan dua sayap untuk bisa terbang: teriakan keras dari jalanan melalui seni dan keberanian palu hakim di ruang pengadilan. Pesan mereka bergema kuat, perjuangan ini tak boleh lelah, tak boleh menyerah.
Baca Juga: Skandal Sritex Memanas! 8 Tersangka Baru Ditetapkan Kejagung, Kerugian Negara Triliunan Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!
-
Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional
-
Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP